SMPN 2 Tarik Gelar Kegiatan Kebersihan Lingkungan dan Perawatan Taman Sekolah
Dalam upaya menciptakan lingkungan belajar yang bersih, sehat, dan nyaman, SMPN 2 Tarik melaksanakan kegiatan kebersihan lingkungan sekolah serta perawatan taman yang melibatkan seluruh warga sekolah. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan di sekitar sekolah. Sejak pagi hari, para siswa bersama guru dan tenaga kependidikan bergotong royong membersihkan area kelas, halaman sekolah, selokan, serta berbagai sudut lingkungan sekolah. Selain membersihkan sampah dan daun kering, peserta juga melakukan penataan lingkungan agar terlihat lebih rapi dan indah.
Tidak hanya fokus pada kebersihan, kegiatan ini juga diisi dengan perawatan taman sekolah. Para siswa melakukan penyiangan rumput liar, pemangkasan tanaman, penyiraman bunga, serta penanaman beberapa tanaman hias untuk mempercantik area taman. Melalui kegiatan ini, siswa diajak untuk mengenal pentingnya menjaga keindahan lingkungan sekaligus menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap fasilitas sekolah.
Kepala SMPN 2 Tarik menyampaikan bahwa kegiatan kebersihan dan perawatan taman merupakan bagian dari pembentukan karakter peserta didik. Selain menanamkan nilai gotong royong, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sejak dini. Suasana kebersamaan dan semangat kerja sama tampak selama kegiatan berlangsung. Para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi dalam menyelesaikan berbagai tugas yang diberikan. Hasilnya, lingkungan sekolah terlihat semakin bersih, asri, dan nyaman untuk mendukung proses pembelajaran.
Melalui kegiatan ini, SMPN 2 Tarik berharap seluruh warga sekolah dapat terus membiasakan perilaku hidup bersih dan peduli lingkungan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan lingkungan yang terawat dan hijau, diharapkan tercipta suasana belajar yang lebih sehat, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik.
Karya: Tim IT I 29 Mei 2026








Produk Kreatif Berbasis Tanaman Sekitar
Penulis: Tim IT I 23 Mei 2026
SMPN 2 Tarik terus berkomitmen menjadi sekolah yang inovatif, peduli lingkungan, dan berdaya saing tinggi. Salah satu wujud nyatanya adalah melalui program inovasi produk berbasis pemanfaatan tanaman lokal yang tumbuh di sekitar lingkungan sekolah. Program ini bertujuan menanamkan jiwa kewirausahaan, cinta lingkungan, serta keterampilan hidup (life skills) kepada seluruh warga sekolah, khususnya siswa.
Beberapa produk unggulan yang telah dihasilkan antara lain:
Sabun Cair Bunga Telang
Bunga telang yang tumbuh subur di lingkungan sekolah diolah menjadi sabun cair alami yang aman bagi kulit. Sabun ini tidak hanya membersihkan, tetapi juga memiliki kandungan antioksidan yang baik untuk kesehatan kulit.Wedang Telang
Minuman herbal berwarna biru keunguan yang unik ini dibuat dari seduhan bunga telang, dikombinasikan dengan rempah-rempah alami seperti jahe dan sereh. Wedang telang berfungsi sebagai minuman penghangat tubuh sekaligus menyehatkan karena kaya antioksidan.Saus Pepaya dan Kripik Pepaya
Buah pepaya yang biasanya hanya dimanfaatkan secara konvensional, kini diolah menjadi saus dengan cita rasa khas dan kripik gurih yang renyah. Inovasi ini mendukung pemanfaatan pangan lokal sekaligus mengurangi limbah buah yang tidak termanfaatkan.Ecoprint dan Laptop Sleeve dari Ecoprint
Mengusung konsep ramah lingkungan, siswa dan guru berkreasi menciptakan motif alami dari daun-daunan yang tersedia di sekolah melalui teknik ecoprint. Hasil karya ini diaplikasikan dalam berbagai bentuk, seperti tas, kain, hingga laptop sleeve, mencerminkan kepedulian terhadap kelestarian alam.Jamu Kunyit
Tanaman kunyit yang mudah tumbuh di sekitar sekolah dimanfaatkan menjadi minuman jamu tradisional. Selain meningkatkan daya tahan tubuh, jamu kunyit juga memperkenalkan kembali budaya herbal khas Indonesia kepada generasi muda.
Inovasi-inovasi ini tidak hanya berfungsi sebagai produk, tetapi juga sebagai media pembelajaran lintas bidang seperti IPA, Prakarya, dan Kewirausahaan. Melalui kegiatan ini, siswa belajar meramu, mengolah, mengemas, hingga memasarkan produk mereka sendiri.
Dengan memanfaatkan sumber daya alam di sekitar secara bijak dan kreatif, SMPN 2 Tarik telah membuktikan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar teori, tetapi juga wadah untuk menciptakan solusi nyata, inovatif, dan berdampak bagi masyarakat.






Pemanfaatan Air Bekas Wudhu Masjid untuk Kolam Ikan Hias di Sekolah
Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya mendukung program sekolah ramah lingkungan, SMPN 2 Tarik melaksanakan kegiatan pembuatan pupuk kompos dengan memanfaatkan daun-daun kering dan berbagai jenis sampah organik yang dihasilkan di lingkungan sekolah. Kegiatan ini melibatkan siswa, guru, dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari pembelajaran nyata tentang pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Kegiatan diawali dengan pengumpulan daun kering yang gugur di area sekolah serta sampah organik lainnya, seperti sisa tanaman dan rumput hasil pembersihan lingkungan. Setelah dipilah dari sampah anorganik, bahan-bahan organik tersebut dikumpulkan di lokasi pengolahan kompos untuk kemudian dicacah dan dicampur sesuai kebutuhan proses pengomposan. Dalam kegiatan ini, para siswa mendapatkan penjelasan mengenai tahapan pembuatan pupuk kompos, mulai dari proses pengumpulan bahan, pencampuran, pengaturan kelembapan, hingga proses penguraian oleh mikroorganisme. Melalui praktik langsung, siswa dapat memahami bahwa sampah organik yang sering dianggap tidak berguna ternyata dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan.
Pupuk kompos yang dihasilkan nantinya akan digunakan untuk menyuburkan tanaman dan taman sekolah. Dengan demikian, hasil pengolahan sampah organik dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung penghijauan lingkungan sekolah, sehingga tercipta siklus pengelolaan lingkungan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Kepala SMPN 2 Tarik menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan bagi peserta didik. Selain mengurangi jumlah sampah yang dibuang, kegiatan pembuatan kompos juga mengajarkan siswa tentang pentingnya pengelolaan sampah, kreativitas dalam memanfaatkan sumber daya yang ada, serta tanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui kegiatan pembuatan pupuk kompos ini, SMPN 2 Tarik berharap seluruh warga sekolah semakin sadar akan pentingnya menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle dalam kehidupan sehari-hari. Dengan langkah sederhana namun bermanfaat ini, sekolah terus berupaya mewujudkan lingkungan yang bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan.




Karya: Tim IT I 24 April 2026
Drainase Sekolah Terawat dengan Baik, Ciptakan Lingkungan yang Bersih dan Nyaman
SMPN 2 Tarik terus berupaya menjaga kualitas lingkungan sekolah melalui perawatan dan pengelolaan sistem drainase yang baik. Drainase yang terawat menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh warga sekolah, terutama saat musim hujan.
Saluran drainase di lingkungan sekolah secara rutin dibersihkan dari sampah, daun kering, dan endapan yang dapat menghambat aliran air. Kegiatan perawatan ini dilakukan secara berkala dengan melibatkan warga sekolah sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan. Dengan drainase yang bersih, aliran air dapat berjalan lancar sehingga mengurangi risiko genangan maupun banjir di area sekolah.
Selain berfungsi sebagai saluran pembuangan air hujan, sistem drainase sekolah juga dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Air dapat dialirkan dengan tertib menuju area resapan atau lokasi yang telah direncanakan sehingga tidak menimbulkan kerusakan pada fasilitas sekolah maupun lingkungan sekitar. Keberadaan drainase yang berfungsi dengan baik memberikan banyak manfaat, di antaranya menjaga kebersihan lingkungan, mencegah berkembangnya sarang nyamuk, serta menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman bagi peserta didik. Lingkungan yang bebas dari genangan air juga mendukung kesehatan warga sekolah dan menjaga keindahan area sekolah tetap terpelihara.
Melalui kegiatan perawatan drainase yang dilakukan secara berkelanjutan, siswa juga mendapatkan pembelajaran tentang pentingnya menjaga sarana dan prasarana lingkungan. Mereka diajak untuk tidak membuang sampah sembarangan serta memahami bahwa kebersihan saluran air merupakan tanggung jawab bersama.
SMPN 2 Tarik berkomitmen untuk terus menjaga dan mengoptimalkan fungsi drainase sebagai bagian dari upaya menciptakan sekolah yang bersih, sehat, dan ramah lingkungan. Dengan sistem drainase yang terawat dan dimanfaatkan dengan baik, lingkungan sekolah menjadi lebih aman, nyaman, dan mendukung kegiatan pembelajaran secara optimal.










Karya: Tim IT I 10 April 2026
Gladi Bersih TKA
Kegiatan Gladi Bersih TKA di SMPN 2 Tarik dilaksanakan pada tanggal 9–12 Maret 2026 sebagai bentuk persiapan siswa dalam menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA). Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman kepada siswa dalam mengerjakan soal berbasis komputer sehingga mereka lebih terbiasa dengan sistem ujian yang akan dilaksanakan.
Selama kegiatan berlangsung, para siswa mengikuti simulasi ujian di laboratorium komputer dengan tertib dan penuh tanggung jawab. Guru serta panitia turut mendampingi dan memastikan seluruh proses berjalan dengan lancar, mulai dari pengecekan perangkat, login sistem, hingga pelaksanaan ujian. Melalui gladi bersih ini, siswa diharapkan dapat memahami alur pelaksanaan ujian sekaligus meningkatkan rasa percaya diri saat menghadapi TKA yang sesungguhnya.
Kegiatan ini juga menjadi momentum bagi siswa untuk menunjukkan kemampuan terbaik yang telah dipelajari selama proses pembelajaran, dengan menjunjung tinggi nilai kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab.


Inovasi Kokurikuler SMPN 2 Tarik melalui Pameran Produk Makanan dan Minuman Berbahan Tanaman Sekolah
SMPN 2 Tarik terus mengembangkan pembelajaran yang kreatif dan inovatif melalui kegiatan kokurikuler yang berorientasi pada pemanfaatan potensi lingkungan sekolah. Salah satu kegiatan unggulan yang dilaksanakan adalah produksi serta pameran produk makanan dan minuman yang memanfaatkan berbagai tanaman yang dibudidayakan di lingkungan sekolah. Kegiatan ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan, kreativitas, dan jiwa kewirausahaan secara nyata.
Berbagai tanaman yang tumbuh di kebun sekolah, seperti bunga telang, rosella, kelor, serai, jahe, kunyit, serta tanaman pangan dan herbal lainnya, diolah menjadi aneka produk makanan dan minuman yang sehat dan bernilai jual. Dengan bimbingan guru, para siswa belajar mulai dari proses pemanenan bahan, pengolahan, pengemasan, hingga strategi pemasaran produk yang dihasilkan.
Puncak kegiatan diwujudkan dalam bentuk pameran produk yang menampilkan beragam hasil karya peserta didik. Berbagai olahan seperti teh herbal telang, teh rosella, teh kelor, minuman rempah, puding bunga telang, olahan berbahan kelor, serta aneka makanan sehat lainnya dipamerkan dan diperkenalkan kepada warga sekolah serta para tamu yang hadir. Setiap kelompok siswa juga mempresentasikan proses pembuatan, manfaat bahan yang digunakan, serta nilai ekonomi dari produk yang mereka hasilkan.
Kegiatan pameran ini tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas, tetapi juga sarana pembelajaran yang melatih kemampuan komunikasi, kerja sama, pemecahan masalah, dan keterampilan berwirausaha. Melalui pengalaman langsung tersebut, peserta didik memperoleh pemahaman bahwa sumber daya yang tersedia di lingkungan sekolah dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai tambah.
Selain mendukung pengembangan keterampilan siswa, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya sekolah dalam membangun budaya peduli lingkungan. Pemanfaatan tanaman sekolah sebagai bahan baku produk menunjukkan bahwa lingkungan sekolah dapat menjadi laboratorium belajar yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan sehari-hari.
Kepala SMPN 2 Tarik mengapresiasi antusiasme dan kreativitas para peserta didik dalam menghasilkan berbagai produk inovatif. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran yang mampu mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, dan karakter secara seimbang sehingga siswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga mampu menghasilkan karya yang bermanfaat.
Melalui kegiatan kokurikuler dan pameran produk makanan serta minuman berbahan tanaman sekolah ini, SMPN 2 Tarik berharap dapat menumbuhkan generasi yang kreatif, mandiri, inovatif, dan berjiwa wirausaha. Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa lingkungan sekolah dapat dimanfaatkan sebagai sumber inspirasi untuk menghasilkan berbagai produk yang sehat, bernilai ekonomi, dan mendukung pelestarian lingkungan.




Karya: Tim IT I 16 Februari 2026
Kreativitas Pramuka SMPN 2 Tarik- Budidaya Ikan Lele Menggunakan Galon Bekas
Siswa ekstrakurikuler Pramuka SMPN 2 Tarik kembali menunjukkan kreativitas dan kepeduliannya terhadap lingkungan melalui kegiatan budidaya ikan lele menggunakan galon bekas. Kegiatan ini merupakan salah satu program inovatif yang menggabungkan pendidikan lingkungan, keterampilan hidup, dan semangat kewirausahaan dalam wadah kegiatan kepramukaan.
Budidaya ikan lele dilakukan dengan memanfaatkan galon air bekas yang sudah tidak digunakan. Galon-galon tersebut dibersihkan dan dimodifikasi menjadi media pemeliharaan ikan yang praktis serta hemat tempat. Melalui pemanfaatan barang bekas ini, para anggota Pramuka diajak untuk menerapkan prinsip daur ulang sekaligus mengurangi limbah yang dapat mencemari lingkungan.
Dalam kegiatan ini, siswa terlibat secara langsung mulai dari persiapan media budidaya, pengisian air, penebaran benih lele, pemberian pakan, hingga pemantauan pertumbuhan ikan secara berkala. Dengan bimbingan pembina Pramuka dan guru pendamping, peserta didik belajar tentang teknik dasar budidaya ikan yang baik serta pentingnya menjaga kualitas air dan kesehatan ikan.
Kegiatan budidaya lele dalam galon bekas memberikan banyak manfaat bagi peserta didik. Selain menambah wawasan mengenai perikanan sederhana, kegiatan ini juga melatih sikap disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan ketekunan. Para siswa belajar bahwa keberhasilan budidaya membutuhkan perawatan yang konsisten dan kesabaran dalam prosesnya.
Tidak hanya sebagai sarana pembelajaran, program ini juga menjadi media untuk mengenalkan konsep ketahanan pangan dan kewirausahaan kepada peserta didik. Hasil panen ikan lele nantinya dapat dimanfaatkan sebagai media praktik pengolahan hasil perikanan atau dipasarkan kepada warga sekolah sebagai bentuk pembelajaran ekonomi sederhana.
Kepala SMPN 2 Tarik mengapresiasi semangat anggota Pramuka dalam mengembangkan kegiatan yang inovatif dan bermanfaat. Menurutnya, kegiatan budidaya ikan lele menggunakan galon bekas merupakan contoh nyata pembelajaran yang mengintegrasikan kreativitas, kepedulian lingkungan, dan keterampilan hidup yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui kegiatan ini, SMPN 2 Tarik berharap peserta didik dapat terus mengembangkan jiwa mandiri, inovatif, dan peduli lingkungan. Budidaya ikan lele dalam galon bekas menjadi bukti bahwa dengan kreativitas dan kemauan untuk belajar, barang bekas dapat diubah menjadi sarana produktif yang memberikan manfaat bagi sekolah maupun masyarakat sekitar.




Inovasi Kokurikuler SMPN 2 Tarik (Sciencepreneur Muda di Sekolah Hijau)-Mengolah Minyak Jelantah Kantin Sekolah Menjadi Lilin Aromaterapi Bernilai Guna
SMPN 2 Tarik terus mendorong lahirnya berbagai inovasi yang mengintegrasikan pendidikan, kreativitas, dan kepedulian lingkungan. Salah satu inovasi yang dikembangkan melalui kegiatan kokurikuler adalah produksi lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah yang berasal dari sisa penggunaan minyak goreng di kantin sekolah.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar yang kontekstual kepada peserta didik sekaligus mengajarkan pentingnya pengelolaan limbah secara bijaksana. Minyak jelantah yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah lingkungan dikumpulkan dan diolah melalui serangkaian proses sehingga dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang bernilai guna dan bernilai ekonomi.
Dalam pelaksanaannya, siswa mendapatkan pendampingan mengenai proses pengolahan minyak jelantah, mulai dari penyaringan, pencampuran bahan, penambahan aroma terapi, hingga proses pencetakan lilin. Berbagai aroma seperti lavender, serai, jeruk, dan bunga-bungaan dipilih untuk memberikan nilai tambah pada produk yang dihasilkan. Hasilnya, lilin aromaterapi yang dibuat tidak hanya berfungsi sebagai penerangan, tetapi juga dapat memberikan suasana yang nyaman dan menenangkan.
Melalui kegiatan kokurikuler ini, peserta didik belajar mengembangkan keterampilan berpikir kreatif, kemampuan berwirausaha, serta kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan. Mereka juga memperoleh pengalaman langsung dalam proses produksi sebuah produk yang memiliki manfaat nyata bagi masyarakat.
Selain menjadi sarana pembelajaran, program ini turut mendukung upaya sekolah dalam mengurangi limbah yang dihasilkan dari aktivitas kantin. Pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi merupakan bentuk penerapan prinsip reduce, reuse, dan recycle yang dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekolah.
Kepala SMPN 2 Tarik mengapresiasi semangat dan kreativitas para siswa dalam mengembangkan inovasi tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan contoh nyata bagaimana pendidikan dapat mendorong peserta didik untuk menghasilkan solusi kreatif terhadap permasalahan lingkungan di sekitar mereka.
Melalui inovasi produksi lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah, SMPN 2 Tarik berharap dapat menumbuhkan generasi yang kreatif, inovatif, peduli lingkungan, serta memiliki jiwa kewirausahaan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa limbah yang dikelola dengan baik dapat diubah menjadi produk yang bermanfaat, bernilai ekonomi, dan mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih serta berkelanjutan.






Karya: Tim IT I 31 Januari 2026
Inovasi Kokurikuler SMPN 2 Tarik (Sciencepreneur Muda di Sekolah Hijau)-Produksi Teh Herbal dari Tanaman Sekolah
Sebagai upaya mengembangkan kreativitas, keterampilan, dan jiwa kewirausahaan peserta didik, SMPN 2 Tarik menghadirkan kegiatan inovatif melalui program kokurikuler produksi teh herbal yang memanfaatkan tanaman hasil budidaya di lingkungan sekolah. Tanaman yang digunakan antara lain bunga telang, rosella, dan daun kelor yang tumbuh dan dirawat oleh warga sekolah sebagai bagian dari program penghijauan dan pemanfaatan lahan sekolah.
Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran yang mengintegrasikan pendidikan lingkungan, kesehatan, dan kewirausahaan. Para siswa terlibat secara langsung dalam seluruh tahapan produksi, mulai dari penanaman dan perawatan tanaman, pemanenan, proses pengeringan, hingga pengemasan produk teh herbal yang siap dikonsumsi.
Bunga telang dimanfaatkan sebagai bahan teh herbal yang memiliki warna biru alami yang menarik, sedangkan rosella dikenal dengan cita rasa khas yang menyegarkan. Sementara itu, daun kelor diolah menjadi teh herbal yang kaya akan kandungan nutrisi. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar mengenali manfaat berbagai tanaman herbal, tetapi juga memahami proses pengolahan hasil tanaman menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Dalam pelaksanaannya, peserta didik dibimbing oleh guru untuk menerapkan prosedur pengolahan yang baik dan menjaga kebersihan selama proses produksi. Hasil olahan teh herbal kemudian dikemas dengan menarik sehingga memiliki nilai jual dan dapat menjadi produk unggulan sekolah.
Program ini memberikan banyak manfaat bagi peserta didik, antara lain meningkatkan keterampilan praktik, menumbuhkan kreativitas, melatih kerja sama tim, serta memperkenalkan konsep kewirausahaan sejak dini. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong siswa untuk lebih mencintai lingkungan dan memanfaatkan potensi sumber daya alam yang ada di sekitar mereka secara bijaksana.
Kepala SMPN 2 Tarik menyampaikan bahwa kegiatan produksi teh herbal merupakan salah satu bentuk pembelajaran berbasis proyek yang memberikan pengalaman nyata kepada siswa. Melalui kegiatan ini, peserta didik diharapkan mampu mengembangkan inovasi yang bermanfaat bagi lingkungan sekaligus memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.
Dengan adanya inovasi kokurikuler produksi teh herbal dari bunga telang, rosella, dan kelor, SMPN 2 Tarik terus berkomitmen menciptakan pembelajaran yang kreatif, produktif, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari. Program ini menjadi bukti bahwa lingkungan sekolah dapat menjadi sumber belajar yang kaya akan manfaat serta mampu melahirkan karya-karya inovatif yang mendukung kesehatan, kelestarian lingkungan, dan pengembangan karakter peserta didik.
Karya: Tim IT I 31 Januari 2026






SMPN 2 Tarik Gelar Pelatihan Pemilahan Sampah untuk Tingkatkan Kesadaran Lingkungan


Tarik, 18 Januari 2026 – SMPN 2 Tarik kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan mengadakan pelatihan cara memilah sampah yang diikuti oleh Kader Adiwiyata periode tahun ajaran 2025/2026. Kegiatan ini berlangsung di salah satu ruang kelas dan melibatkan guru prakarya sebagai narasumber kegiatan.
Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada siswa tentang pentingnya memilah sampah sejak dini sebagai langkah nyata menjaga kebersihan lingkungan. Dalam pelatihan tersebut, peserta diajarkan cara membedakan sampah organik, anorganik, dan bahan berbahaya yang membutuhkan penanganan khusus.
Kepala SMPN 2 Tarik, Ibu Fanti Agustina, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program adiwiyata sekolah. "Kami berharap pelatihan ini tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga dapat diaplikasikan oleh siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah," ujarnya.
Salah satu siswa, Masyitha (7-8), menyatakan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat. "Sekarang saya tahu cara memilah sampah dengan benar. Ini akan membantu mengurangi sampah yang menumpuk dan mencemari lingkungan," ungkapnya dengan antusias.
Selain sesi teori, peserta juga diajak untuk berdiskusi dan permainan sederhana tentang pemilahan sampah. Selain itu, siswa juga diajak untuk melakukan kegiatan daur ulang kaleng menjadi pot yang bisa dimanfaatkan di sekolah sebagai pot gantung.
Melalui kegiatan ini, SMPN 2 Tarik berharap dapat mencetak generasi muda yang lebih peduli terhadap lingkungan dan mampu menjadi agen perubahan dalam mengelola sampah secara bijak.
Karya: Tim IT l 18 Januari 2026 16.00 WIB








Warga SMPN 2 Tarik Tingkatkan Konservasi Energi Melalui Penggunaan Listrik Secara Bijak
Karya: Tim IT I 9 Januari 2026
Sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan efisiensi penggunaan sumber daya, SMPN 2 Tarik terus menggalakkan program konservasi energi melalui penggunaan listrik secara bijak dan perawatan rutin terhadap berbagai peralatan listrik di lingkungan sekolah. Program ini melibatkan seluruh warga sekolah, mulai dari peserta didik, guru, tenaga kependidikan, hingga pihak manajemen sekolah.
Upaya konservasi energi dilakukan dengan membiasakan penggunaan listrik sesuai kebutuhan. Seluruh warga sekolah diajak untuk mematikan lampu, kipas angin, proyektor, komputer, dan perangkat elektronik lainnya ketika tidak digunakan. Kebiasaan sederhana ini menjadi langkah nyata dalam mengurangi pemborosan energi listrik sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya penggunaan energi yang bertanggung jawab.
Selain itu, sekolah juga melakukan pemanfaatan pencahayaan dan sirkulasi udara alami secara maksimal. Pada siang hari, ruang kelas dan ruang kerja memanfaatkan cahaya matahari yang masuk melalui jendela sehingga penggunaan lampu dapat dikurangi. Langkah ini tidak hanya menghemat energi, tetapi juga menciptakan suasana belajar yang lebih nyaman dan sehat.
Untuk mendukung efisiensi penggunaan energi, sekolah secara berkala melakukan pemeriksaan dan perawatan peralatan listrik. Kegiatan ini meliputi pengecekan instalasi listrik, perawatan lampu, kipas angin, komputer, serta berbagai perangkat elektronik lainnya agar tetap berfungsi dengan baik dan aman digunakan. Peralatan yang terawat dengan baik cenderung lebih hemat energi, memiliki usia pakai yang lebih panjang, serta mengurangi risiko kerusakan yang dapat menyebabkan pemborosan listrik.
Melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan pembiasaan, peserta didik juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya konservasi energi dalam kehidupan sehari-hari. Mereka diajak untuk menerapkan perilaku hemat energi tidak hanya di sekolah, tetapi juga di rumah dan lingkungan masyarakat. Dengan demikian, budaya hemat energi dapat tumbuh menjadi bagian dari karakter peserta didik.
Kepala SMPN 2 Tarik menyampaikan bahwa konservasi energi merupakan salah satu langkah penting dalam mendukung terciptanya sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Penggunaan listrik secara efisien tidak hanya memberikan manfaat ekonomi melalui penghematan biaya operasional sekolah, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi dampak penggunaan energi terhadap lingkungan.
Melalui komitmen dan kerja sama seluruh warga sekolah, SMPN 2 Tarik terus berupaya membangun budaya hemat energi yang berkelanjutan. Diharapkan langkah-langkah sederhana yang dilakukan setiap hari dapat memberikan manfaat besar bagi lingkungan serta menjadi contoh positif dalam mewujudkan generasi yang peduli terhadap pelestarian sumber daya alam dan keberlanjutan lingkungan.








Sosialisasi Program Sekolah kepada Warga Sekolah untuk Mewujudkan Sekolah Sehat dan Bersih
Karya: Tim IT I 9 Januari 2026
Dalam rangka meningkatkan pemahaman serta partisipasi seluruh warga sekolah, sekolah menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Program Sekolah dan Program Adiwiyata yang diikuti oleh peserta didik, guru, tenaga kependidikan, serta perwakilan komite sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai berbagai program unggulan sekolah sekaligus menumbuhkan kesadaran bersama dalam mewujudkan lingkungan sekolah yang bersih, sehat, nyaman, dan berbudaya lingkungan.
Kegiatan sosialisasi diawali dengan pemaparan visi, misi, dan program kerja sekolah yang akan dilaksanakan selama tahun pelajaran berjalan. Kepala sekolah menyampaikan berbagai program pengembangan akademik, karakter, literasi, ekstrakurikuler, serta inovasi sekolah yang melibatkan seluruh warga sekolah. Melalui kegiatan ini diharapkan setiap warga sekolah memahami peran dan tanggung jawabnya dalam mendukung keberhasilan program-program tersebut.
Selain itu, tim Adiwiyata sekolah juga menyampaikan berbagai program dan kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian lingkungan. Materi yang disampaikan meliputi pengelolaan sampah berbasis 3R (Reduce, Reuse, Recycle), penghematan energi dan air, penghijauan lingkungan sekolah, pemanfaatan lahan melalui kebun sekolah dan hidroponik, serta pentingnya menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan. Peserta sosialisasi juga diberikan edukasi mengenai budaya peduli lingkungan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari baik di sekolah maupun di rumah.
Melalui sesi diskusi dan tanya jawab, peserta mendapatkan kesempatan untuk memberikan masukan serta menyampaikan ide-ide kreatif yang dapat mendukung pelaksanaan program sekolah dan Adiwiyata. Antusiasme peserta menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan lingkungan belajar yang kondusif, berkarakter, dan berwawasan lingkungan.
Dengan terselenggaranya kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh warga sekolah memiliki pemahaman yang sama mengenai arah dan tujuan program sekolah serta semakin termotivasi untuk berperan aktif dalam mendukung program Adiwiyata. Kebersamaan dan partisipasi seluruh warga sekolah menjadi kunci utama dalam menciptakan sekolah yang unggul, berprestasi, serta peduli terhadap kelestarian lingkungan.


SMPN 2 Tarik Kembangkan Budidaya Hidroponik Pokcoy dan Selada, Hasil Panen Dipasarkan kepada Warga Sekolah dan Wali Murid
Dalam rangka mengembangkan pembelajaran berbasis praktik sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan peserta didik, SMPN 2 Tarik melaksanakan kegiatan budidaya sayuran hidroponik di lingkungan sekolah. Melalui program ini, para siswa belajar menanam berbagai jenis sayuran sehat, seperti pokcoy dan selada, menggunakan metode hidroponik yang ramah lingkungan dan efisien dalam penggunaan lahan.
Kegiatan hidroponik dilaksanakan sebagai bagian dari pembelajaran kokurikuler dan proyek penguatan karakter yang melibatkan peserta didik secara langsung. Siswa berpartisipasi dalam seluruh tahapan budidaya, mulai dari penyemaian benih, perawatan tanaman, pengelolaan nutrisi, pemantauan pertumbuhan, hingga proses panen. Dengan pendampingan guru, peserta didik memperoleh pengalaman nyata mengenai teknik budidaya modern yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Tanaman pokcoy dan selada yang dibudidayakan tumbuh dengan baik berkat perawatan yang dilakukan secara rutin oleh para siswa. Selain menghasilkan sayuran yang segar dan berkualitas, kegiatan ini juga menjadi sarana pembelajaran tentang pentingnya ketekunan, tanggung jawab, dan kerja sama dalam mencapai hasil yang optimal.
Setelah memasuki masa panen, hasil budidaya hidroponik dipasarkan kepada warga sekolah dan wali murid. Kegiatan penjualan ini menjadi media pembelajaran kewirausahaan yang memberikan pengalaman kepada siswa dalam mempromosikan produk, melayani konsumen, serta memahami proses pemasaran hasil pertanian. Antusiasme warga sekolah dan wali murid terhadap produk hidroponik yang dihasilkan sangat tinggi karena sayuran yang dipanen segar, sehat, dan ditanam dengan perawatan yang baik.
Melalui program ini, peserta didik tidak hanya belajar tentang budidaya tanaman, tetapi juga memahami konsep ekonomi sederhana, pengelolaan usaha, serta pentingnya menghasilkan produk yang berkualitas. Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana pembelajaran di sekolah dapat dikaitkan dengan keterampilan hidup yang bermanfaat di masa depan.
Kepala SMPN 2 Tarik menyampaikan bahwa program hidroponik merupakan salah satu inovasi sekolah dalam memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar yang produktif. Selain mendukung pendidikan lingkungan hidup, kegiatan ini juga membekali siswa dengan keterampilan praktis dan jiwa kewirausahaan yang dapat menjadi bekal dalam menghadapi tantangan masa depan.
Dengan adanya kegiatan budidaya hidroponik pokcoy dan selada ini, SMPN 2 Tarik berharap dapat terus menumbuhkan budaya belajar yang kreatif, produktif, dan berorientasi pada pemanfaatan potensi lingkungan. Program ini menjadi bukti bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat memperoleh ilmu pengetahuan, tetapi juga wadah untuk mengembangkan keterampilan, karakter, dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.
Karya: Tim IT I 14 Desember 2025






Karya: Tim IT I 30 November 2025
SMPN 2 Tarik Manfaatkan Daun Kering dan Sampah Organik Menjadi Pupuk Kompos






Sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan sekaligus upaya mendukung program sekolah ramah lingkungan, SMPN 2 Tarik melaksanakan kegiatan pembuatan pupuk kompos dengan memanfaatkan daun-daun kering dan berbagai jenis sampah organik yang dihasilkan di lingkungan sekolah. Kegiatan ini melibatkan siswa, guru, dan tenaga kependidikan sebagai bagian dari pembelajaran nyata tentang pengelolaan sampah yang berkelanjutan.
Kegiatan diawali dengan pengumpulan daun kering yang gugur di area sekolah serta sampah organik lainnya, seperti sisa tanaman dan rumput hasil pembersihan lingkungan. Setelah dipilah dari sampah anorganik, bahan-bahan organik tersebut dikumpulkan di lokasi pengolahan kompos untuk kemudian dicacah dan dicampur sesuai kebutuhan proses pengomposan. Dalam kegiatan ini, para siswa mendapatkan penjelasan mengenai tahapan pembuatan pupuk kompos, mulai dari proses pengumpulan bahan, pencampuran, pengaturan kelembapan, hingga proses penguraian oleh mikroorganisme. Melalui praktik langsung, siswa dapat memahami bahwa sampah organik yang sering dianggap tidak berguna ternyata dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat bagi lingkungan.
Pupuk kompos yang dihasilkan nantinya akan digunakan untuk menyuburkan tanaman dan taman sekolah. Dengan demikian, hasil pengolahan sampah organik dapat dimanfaatkan kembali untuk mendukung penghijauan lingkungan sekolah, sehingga tercipta siklus pengelolaan lingkungan yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Kepala SMPN 2 Tarik menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan bagi peserta didik. Selain mengurangi jumlah sampah yang dibuang, kegiatan pembuatan kompos juga mengajarkan siswa tentang pentingnya pengelolaan sampah, kreativitas dalam memanfaatkan sumber daya yang ada, serta tanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Melalui kegiatan pembuatan pupuk kompos ini, SMPN 2 Tarik berharap seluruh warga sekolah semakin sadar akan pentingnya menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle dalam kehidupan sehari-hari. Dengan langkah sederhana namun bermanfaat ini, sekolah terus berupaya mewujudkan lingkungan yang bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan.
Karya: Tim IT I 21 November 2025
Kreativitas Siswa dalam Daur Ulang Sampah Plastik Menjadi Produk Bernilai Guna
Karya: Tim IT I 21 November 2025
Dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengembangkan kreativitas peserta didik, sekolah mengadakan kegiatan daur ulang sampah plastik dengan memanfaatkan botol plastik bekas menjadi pot tanaman dan tutup botol plastik menjadi gantungan kunci yang menarik. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendidikan lingkungan yang bertujuan mengurangi jumlah sampah plastik di lingkungan sekolah.
Kegiatan diawali dengan pengumpulan botol dan tutup plastik bekas yang berasal dari lingkungan sekolah. Setelah dibersihkan dan dipilah, botol plastik bekas diolah menjadi pot tanaman dengan berbagai bentuk dan desain yang kreatif. Para siswa menghias pot menggunakan cat warna-warni dan motif yang menarik sehingga menghasilkan karya yang unik dan bernilai estetika.
Selain itu, tutup botol plastik yang biasanya dianggap sebagai limbah juga dimanfaatkan menjadi gantungan kunci yang menarik. Dengan bimbingan guru, siswa merangkai dan menghias tutup botol menjadi berbagai bentuk, seperti karakter, simbol, maupun desain kreatif lainnya. Hasil karya tersebut tidak hanya memiliki nilai seni, tetapi juga dapat digunakan sebagai aksesori yang bermanfaat.
Melalui kegiatan ini, siswa belajar bahwa sampah plastik tidak selalu menjadi limbah yang harus dibuang, melainkan dapat diolah kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Kegiatan ini juga menjadi sarana untuk menanamkan budaya kreatif, inovatif, serta sikap peduli terhadap lingkungan sejak dini.
Suasana kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan antusiasme. Para siswa bekerja sama dalam kelompok untuk menghasilkan karya terbaik mereka. Selain meningkatkan keterampilan tangan dan kreativitas, kegiatan ini juga melatih kemampuan bekerja sama, ketelitian, dan tanggung jawab.
Pihak sekolah berharap kegiatan daur ulang sampah plastik ini dapat menjadi inspirasi bagi seluruh warga sekolah untuk lebih bijak dalam mengelola sampah. Dengan memanfaatkan barang bekas menjadi produk yang berguna, siswa tidak hanya berkontribusi dalam menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga turut mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui penerapan prinsip reduce, reuse, dan recycle dalam kehidupan sehari-hari.Masukkan teks di sini...8












Menciptakan Generasi Peduli Air: Kampanye Konservasi Air oleh Siswa SMPN 2 Tarik
Karya: Tim IT I Jum;at 3 November 2025
SIDOARJO- Di tengah tantangan krisis air bersih dan bencana banjir yang semakin sering terjadi, siswa SMPN 2 Tarik menggelar kampanye konservasi air dengan semangat dan kreativitas. Kampanye ini menjadi bukti nyata bahwa aksi kecil dapat membawa dampak besar bagi lingkungan. Kegiatan yang berlangsung pada November 2025 ini melibatkan seluruh siswa dan guru dalam dua inisiatif utama seperti mematikan keran air yang tidak digunakan dan membuat alat inovatif berupa alarm pendeteksi banjir.
Gerakan Mematikan Keran Air
Gerakan ini dimulai dengan edukasi sederhana tentang pentingnya menghemat air. Para siswa didorong untuk selalu memastikan keran tertutup dengan rapat setelah digunakan, baik di sekolah maupun di rumah. Di berbagai sudut sekolah, dipasang poster dan stiker kreatif berisi pesan-pesan seperti, "Air Adalah Kehidupan, Jangan Disia-siakan!" Kampanye ini juga diiringi aksi patroli air yang dilakukan oleh kelompok siswa peduli lingkungan. Mereka secara bergantian memeriksa keran-keran di area sekolah untuk memastikan tidak ada air yang terbuang sia-sia.
Inovasi Alarm Pendeteksi Banjir
Sebagai langkah preventif menghadapi potensi banjir di musim hujan, para siswa dalam mata pelajaran Prakarya menciptakan alarm pendeteksi banjir sederhana. Dengan memanfaatkan sensor air yang terhubung ke alarm berbunyi, alat ini dapat memberikan peringatan dini saat permukaan air mencapai batas tertentu.
Proses pembuatan alarm ini melibatkan eksperimen dan diskusi aktif antar siswa, dipandu oleh guru pembimbing. Salah satu siswa, Fahri (Kelas 9-7), menyampaikan, "Kami ingin menciptakan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat. Alarm ini mungkin sederhana, tetapi dapat menyelamatkan banyak orang dari risiko banjir. Selain itu juga dapat dimanfaatkan dalam bak mandi atau tandon air sehingga akan berbunyi jika pengisian bak mandi atau tandon sudah penuh."
Dukungan Penuh dari Sekolah
Kepala SMPN 2 Tarik, Ibu Fanti Agustina, S.Pd., menyambut baik inisiatif ini. "Kami bangga melihat siswa-siswa kami menjadi lebih peduli terhadap lingkungan. Kampanye ini adalah langkah awal untuk menciptakan kebiasaan baik dan mendorong inovasi," katanya. Kampanye ini mendapat respon positif dari masyarakat sekitar, yang mengapresiasi upaya siswa dalam menjaga lingkungan dan menciptakan alat yang berguna. SMPN 2 Tarik berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi sekolah lain untuk turut serta menjaga keberlanjutan air dan lingkungan. Dengan aksi nyata ini, SMPN 2 Tarik tidak hanya mencetak siswa yang cerdas secara akademis, tetapi juga berkarakter peduli terhadap lingkungan dan masyarakat.


Gambar. Gerakan Mematikan Keran Air


Gambar. Inovasi Alarm Pendeteksi Banjir
SMPN 2 Tarik Masuk 10 Besar Inovasi Daerah Kategori Teknologi Informasi melalui Program "KOGEMA"
Karya: Tim IT I 12 November 2025
SMPN 2 Tarik kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat daerah. Pada ajang Inovasi Daerah Kategori Teknologi Informasi, sekolah kami berhasil masuk 10 besar inovasi terbaik melalui program unggulan KOGEMA (Komunitas Guru Merdeka Mengajar). Pencapaian ini menjadi bukti nyata bahwa SMPN 2 Tarik terus berkomitmen menghadirkan terobosan yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini. KOGEMA merupakan inovasi kolaboratif yang dikembangkan oleh para guru SMPN 2 Tarik untuk memperkuat budaya belajar, meningkatkan kompetensi, dan mendorong transformasi pembelajaran berbasis digital. Program ini menjadi wahana bagi guru untuk berbagi praktik baik, mengembangkan bahan ajar digital, serta mengintegrasikan platform Merdeka Mengajar dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari.
Melalui KOGEMA, para guru dapat saling mendampingi, mengembangkan karya inovatif, serta merespons kebutuhan peserta didik secara lebih adaptif. Tak hanya memberikan dampak positif di lingkungan sekolah, inovasi ini juga menjadi rujukan bagi sekolah lain dalam upaya memperkuat ekosistem pembelajaran digital.
Pengakuan sebagai 10 besar inovasi daerah merupakan motivasi besar bagi SMPN 2 Tarik untuk terus bergerak maju. Sekolah akan terus mengembangkan KOGEMA sebagai model komunitas belajar modern yang inklusif, kolaboratif, dan relevan dengan era transformasi digital. Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus berkarya dan menguatkan budaya inovasi demi pendidikan yang lebih bermakna. Dengan semangat Merdeka Belajar, SMPN 2 Tarik siap melanjutkan perjalanan inovasi menuju sekolah yang unggul, adaptif, dan berdaya saing di era digital.
Apa Itu KOGEMA?
KOGEMA adalah singkatan dari Komunitas Guru Merdeka Mengajar, yaitu sebuah inovasi komunitas belajar yang dikembangkan untuk meningkatkan kompetensi guru melalui kolaborasi, refleksi, dan pemanfaatan teknologi digital—khususnya Platform Merdeka Mengajar (PMM).
KOGEMA menjadi ruang bersama bagi guru-guru di SMPN 2 Tarik untuk:
Belajar bersama tentang pedagogi, teknologi, dan kurikulum.
Mengembangkan karya inovatif, seperti bahan ajar digital, modul ajar, video pembelajaran, dan produk kreatif lainnya.
Melakukan coaching dan mentoring, antar guru senior dan guru muda secara berkelanjutan.
Berbagi praktik baik, mulai dari pembelajaran berdiferensiasi, PjBL, asesmen, hingga manajemen kelas.
Membangun budaya refleksi, sehingga setiap guru mampu menilai kebutuhan belajar diri sendiri.
Tujuan Dibentuknya KOGEMA
Menguatkan kompetensi guru secara berkelanjutan.
Mengubah komunitas belajar tradisional menjadi komunitas belajar berbasis digital dan data.
Memastikan setiap guru aktif memanfaatkan fitur-fitur PMM, seperti Pelatihan Mandiri, Perangkat Ajar, Bukti Karya, dan Asesmen Murid.
Membangun ekosistem pembelajaran yang kolaboratif dan adaptif di sekolah.
Menyiapkan guru agar mampu mengelola pembelajaran yang lebih bermakna bagi peserta didik.
Kekhasan KOGEMA
Berbasis pada transformasi digital komunitas belajar.
Menggunakan coaching, mentoring, peer teaching, dan learning circle secara terstruktur.
Memiliki dashboard monitoring untuk memantau progres guru.
Mendorong guru menghasilkan karya inovatif yang dapat dibagikan di PMM.
Menguatkan budaya kolaboratif, bukan sekadar pelatihan sekali selesai.
Manfaat KOGEMA untuk Sekolah
Guru semakin terampil menggunakan teknologi digital pembelajaran.
Sekolah memiliki bank karya dan perangkat ajar yang lebih kaya.
Kultur guru belajar menjadi lebih aktif, reflektif, dan produktif.
Pembelajaran menjadi lebih kreatif dan berdampak pada hasil belajar siswa.2


Dok: Kegiatan foto bersama dengan para dewan juri pada kegiatan presentasi kompetisi inovasi daerah kab. Sidoarjo
Menjalin Sinergi Orang Tua, Sekolah, dan Siswa dalam Momen Penuh Arti
Tim IT I 19 Juni 2025
Dalam rangka menguatkan peran serta orang tua dalam pendidikan serta memberikan penghormatan kepada siswa kelas IX yang telah menuntaskan pendidikan di jenjang SMP, SMPN 2 Tarik menggelar kegiatan Parenting dan Penghantaran Kelulusan Siswa dengan penuh khidmat dan kebersamaan yang dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 14 Juni 2025.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendukung perkembangan karakter dan pendidikan anak. Pada sesi Parenting, para orang tua mendapatkan bekal pengetahuan dan motivasi dari narasumber profesional mengenai pentingnya peran keluarga dalam mendampingi remaja menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Materi yang disampaikan tidak hanya bersifat edukatif, namun juga menyentuh sisi emosional dan spiritual orang tua, sehingga tercipta pemahaman yang lebih dalam terhadap kebutuhan anak di masa transisi remaja.
Dilanjutkan dengan sesi Penghantaran Kelulusan, momen haru dan bahagia berpadu saat para siswa kelas IX diantar secara simbolis untuk melanjutkan langkah ke jenjang berikutnya. Prosesi ini menjadi ajang apresiasi atas perjuangan para siswa selama menempuh pendidikan di SMPN 2 Tarik serta bentuk doa restu dari guru dan orang tua untuk masa depan yang lebih gemilang.
Acara ini juga disemarakkan dengan persembahan seni dari siswa, pemutaran video kenangan, serta penyampaian pesan dan kesan oleh perwakilan siswa dan wali kelas. Nuansa hangat, penuh cinta, dan haru menjadi warna utama dalam kegiatan ini, membekas dalam hati setiap peserta.
Dengan kegiatan ini, SMPN 2 Tarik berharap terbentuknya hubungan yang lebih erat antara sekolah dan keluarga, serta menjadi momentum bermakna dalam perjalanan pendidikan siswa menuju masa depan yang lebih cerah.


Ramadhan Penuh Berkah- Membentuk Karakter Islami di SMPN 2 Tarik
Pada bulan suci Ramadhan, SMPN 2 Tarik menyelenggarakan kegiatan Pondok Ramadhan sebagai bentuk pembinaan spiritual bagi para siswa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta menanamkan nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan Pondok Ramadhan berlangsung selama tiga hari dan diikuti oleh seluruh siswa dengan penuh antusias. Rangkaian acara dimulai dengan shalat Dhuha bersama, dilanjutkan dengan pendalaman materi dengan narasumber yang kompeten dari lingkungan masyarakat
Para siswa juga mendapatkan ceramah agama dari ustaz dan guru agama. Materi yang disampaikan meliputi keutamaan bulan Ramadhan, pentingnya berpuasa dengan hati yang ikhlas, serta bagaimana menjalani kehidupan dengan akhlak yang baik. Sesi tanya jawab dalam ceramah ini juga menambah wawasan dan mempererat interaksi antara siswa dan pemateri.
Tidak hanya itu, kegiatan Pondok Ramadhan juga diisi dengan praktik ibadah seperti shalat berjamaah, kultum oleh perwakilan siswa, serta pembiasaan amalan sunnah seperti bersedekah dan berbagi takjil. Para siswa juga diajak untuk merenungi diri melalui kegiatan muhasabah, di mana mereka dapat memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Acara Pondok Ramadhan di SMPN 2 Tarik ditutup dengan pembagian hadiah bagi peserta terbaik dalam kegiatan tadarus dan ceramah. Semangat kebersamaan dan keikhlasan dalam beribadah selama kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi para siswa untuk terus meningkatkan keimanan, baik di bulan Ramadhan maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan terselenggaranya Pondok Ramadhan, diharapkan para siswa tidak hanya mendapatkan ilmu agama, tetapi juga mampu mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari sebagai generasi yang berakhlak mulia dan beriman kuat.
Penulis: Tim IT I 20 Maret 2025




SMPN 2 Tarik Raih Serangkaian Prestasi dan Program Inovatif dalam Satu Tahun Terakhir
Karya: Tim IT SMPN 2 Tarik I 12 Januari 2025
Tarik, Jawa Timur – SMPN 2 Tarik terus menunjukkan kiprahnya sebagai sekolah yang berprestasi dan inovatif. Dalam satu tahun terakhir, sekolah ini berhasil mencapai berbagai penghargaan dan meluncurkan program-program unggulan yang memberikan dampak positif bagi siswa, guru, dan sekolah. Berikut adalah pencapaian luar biasa SMPN 2 Tarik selama setahun terakhir:
1. Peluncuran Program "Spendata Mengaji" (Juli 2024)
Pada 16 Juli 2024, SMPN 2 Tarik resmi meluncurkan program Spendata Mengaji, yang bertujuan untuk memberikan pendampingan mengaji kepada seluruh siswa SMPN 2 Tarik. Program ini dilakukan setiap pagi di hari Selasa. Program ini melibatkan kerja sama dengan beberapa guru mengaji yang kompeten dan tersertifikasi. Untuk dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Quran, SMPN 2 Tarik melakukan kerja sama dengan Kemenag untuk ujian tahfiz dan sertifikasi tahfiz. Tujuan dari program ini adalah untuk membentuk karakter siswa yang religius dan meningkatkan pemahaman mereka terhadap Al-Qur'an.
Hasil dari progam spendata mengaji adalah meningkatnya partisipasi siswa mencapai 95%, dan banyak siswa melaporkan peningkatan kemampuan membaca Al-Qur'an dengan tajwid yang benar.
2. Pembukaan Kelas Tahfiz Al-Qur'an (Juli 2024)
Pada 16 Juli 2024, SMPN 2 Tarik meluncurkan Kelas Tahfiz sebagai bagian dari program unggulan spendata mengaji. Kelas ini dirancang untuk membantu siswa menghafal Al-Qur'an dengan target hafalan tertentu setiap semester. Tujuan pembukaan kelas tahfiz adalah untuk menanamkan nilai-nilai keislaman dan membentuk generasi penghafal Al-Qur'an yang berintegritas. Hasil dari kegiatan ini adalah pada akhir tahun, siswa berhasil menghafal minimal juz 30
3. Sukses di Ajang LKBB Tingkat Jawa Timur dan Gresik Open (September 2024)
Pada 7 September 2024, siswa SMPN 2 Tarik melalui ekstrakurikuler paskibraka juga mencatat prestasi luar biasa dalam berbagai ajang Lomba Keterampilan Baris-Berbaris (LKBB) sepanjang tahun 2024:
Juara Madya 3 Grup A pada LKBB Periksa Basic 2024 di SMK Kesehatan Surabaya, tingkat junior SMP/MTs sederajat se-Jawa Timur,
Juara Harapan 2 Grup B pada ajang yang sama, menunjukkan kemampuan disiplin dan kerja sama tim yang solid.
Juara 2 Madya pada LKBB Nawasena 2024, tingkat SMP/MTs sederajat se-Gresik Open, yang digelar di SMA Muhammadiyah 1 Gresik.
Tujuan keikutsertaan adalah untuk meningkatkan kedisiplinan, kekompakan, dan kemampuan koordinasi siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler.
4. Penghargaan Inovasi Sekolah dari Badan Pembangunan Daerah Kabupaten Sidoarjo (September 2024)
Pada 10 September 2024, SMPN 2 Tarik menerima Penghargaan Inovasi Sekolah dari Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sidoarjo. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan sekolah dalam menciptakan program-program kreatif berbasis teknologi dan pendidikan karakter. Program yang diusung adalah GISI SEHAT SPENDATA (Digital Literasi Sosialisasi Sekolah Toleransi SMPN 2 Tarik). Tujuan dari program ini adalah untuk mendorong sekolah dalam menciptakan lingkungan belajar yang amandan relevan dengan kebutuhan zaman. Hasil dari penghargaan ini adalah pengakuan sebagai sekolah yang mampu melaporkan Indeks Inovasi Daerah (IID) Kabupaten Sidoarjo tahun 2024.
5. Prestasi Gemilang di Kejuaraan Pencak Silat (September 2024)
Dalam ajang Kejuaraan Pencak Silat Tingkat Pra-Remaja 2024 tanggal 14-15 September 2024, tiga siswa SMPN 2 Tarik berhasil naik ke podium juara setelah menunjukkan kemampuan bela diri yang luar biasa:
1. Juara 1 Pra-Remaja Kelas H (51-54 kg): Diraih oleh Dreva Endjelina Ambarwati, yang tampil dominan sejak babak awal hingga final.
2. Juara 2 Pra-Remaja Kelas C (47-51 kg): Diraih oleh Rofid Ilham Firmansyah, yang menunjukkan teknik serangan dan pertahanan yang impresif.
3. Juara 3 Pra-Remaja Kelas F (45-48 kg): Diraih oleh Daun Fajar Nugraha, yang berhasil melewati lawan tangguh di babak penyisihan.
Tujuan keikutsertaan adalah untuk menanamkan nilai sportivitas, disiplin, dan kemampuan bela diri pada siswa. Hasil dari kegiatan ini adalah peningkatan kepercayaan diri siswa dan pengakuan sebagai salah satu sekolah unggulan dalam olahraga pencak silat.
6. Kerja Sama dengan Kemenag untuk Ujian Tahfiz dan Sertifikat Hafiz (November 2024)
Pada November 2024, SMPN 2 Tarik menjalin kerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) untuk menyelenggarakan Ujian Tahfiz bagi siswa yang mengikuti program tahfiz. Siswa yang lulus ujian mendapatkan sertifikat resmi sebagai hafiz. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pengakuan resmi atas pencapaian siswa dalam menghafal Al-Qur'an.
7. SMPN 2 Tarik Raih Prestasi di Lomba Gebyar Bulan Bahasa 2024 (November 2024)
Pada tanggal 12 November 2024, SMPN 2 Tarik mencatatkan prestasi luar biasa dengan meraih penghargaan Juara Harapan 2 dalam ajang Lomba Gebyar Bulan Bahasa 2024 kategori lomba cerita tiga bahasa. Kompetisi bergengsi ini diadakan untuk merayakan Bulan Bahasa dan bertujuan meningkatkan apresiasi generasi muda terhadap bahasa dan sastra Indonesia. Dalam ajang yang diikuti oleh puluhan sekolah tingkat SMP se-Kabupaten Sidoarjo, siswa-siswi SMPN 2 Tarik berpartisipasi dalam berbagai cabang lomba seperti membaca puisi, bercerita, dan menulis cerita pendek. Penampilan mereka yang penuh penghayatan dan kreativitas berhasil memukau para juri dan audiens.
Kepala SMPN 2 Tarik, Ibu Fanti Agustina, S.Pd., mengungkapkan rasa bangganya. “Kami sangat bersyukur atas pencapaian ini. Hal ini membuktikan bahwa siswa-siswi kami memiliki potensi besar dalam bidang literasi dan seni. Prestasi ini akan menjadi motivasi untuk terus berkembang,” ujarnya. Tujuan keikutsertaan perlombaan ini adalah untuk memupuk cinta siswa terhadap bahasa Indonesia dan melatih mereka untuk berkompetisi dengan penuh semangat
8. Pencatatan Karya Siswa ke Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) (November 2024)
Pada 25 November 2024, Hari Guru Nasional tahun ini menjadi momen istimewa bagi SMP Negeri 2 Tarik. Para siswa mempersembahkan hadiah berharga berupa prestasi gemilang dalam lomba poster digital tingkat Kabupaten Sidoarjo, yang diselenggarakan oleh MGMP Informatika. Siswa-siswa berbakat dari SMPN 2 Tarik berhasil meraih Juara 1 yang diraih oleh Vannessa Adelia Abidin dan Juara 3 diraih oleh Kayla Anabel Maheswari, sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih kepada para guru yang telah membimbing mereka. Tidak hanya itu, pihak sekolah turut memberikan apresiasi besar terhadap prestasi tersebut dengan mengambil langkah inovatif untuk melindungi karya siswa. Sebagai wujud penghargaan, SMPN 2 Tarik mendaftarkan karya poster digital yang menjadi pemenang kompetisi tersebut ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) untuk mendapatkan Surat Pencatatan Ciptaan. Langkah ini membuahkan hasil manis, di mana pada tanggal 23 November 2024 surat pencatatan ciptaan resmi diterbitkan oleh Kemenkumham. Dengan ini, karya siswa SMPN 2 Tarik resmi diakui dan dilindungi oleh hukum sebagai bagian dari kekayaan intelektual. SMPN 2 Tarik membuktikan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya mendorong siswa untuk berprestasi, tetapi juga melindungi dan menghargai hasil kerja keras mereka.
Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menghargai hasil karya siswa dan memberikan perlindungan hukum atas kreativitas mereka.
Sebanyak 2 karya siswa resmi terdaftar di HAKI, yang menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus menghasilkan karya berkualitas.
6. Kunjungan Literasi Seni dan Budaya ke Fakultas Bahasa dan Seni UNESA (Januari 2025)
Baru-baru ini, pada 8 Januari 2025, SMPN 2 Tarik mengunjungi Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya (UNESA) dalam rangka "Studi Literasi Seni dan Budaya Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya". Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi seni sekolah yang bertujuan memperluas wawasan siswa tentang seni dan budaya, serta menginspirasi mereka untuk berkarya. Kunjungan dimulai dengan sambutan hangat dari koordinator prodi S1-pendidikan seni. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran seni dan budaya dalam kehidupan. “Seni adalah cerminan jiwa, dan budaya adalah identitas bangsa. Kami senang melihat antusiasme siswa SMPN 2 Tarik dalam mengenal lebih jauh karya seni,”. Beliau juga berharap kunjungan ini akan menghasilkan sebuah kerjasama berkelanjutan antara pihak Kampus dengan sekolah. Bu Dini Hariyanti selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan juga mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak Fakultas dan Jurusan karena telah menyambut hangat SMPN 2 Tarik ke UNESA. Bu Dini juga berharap dengan adanya kunjungan ini dapat meningkatkan rasa apresiasi siswa SMPN 2 Tarik terhadap karya seni.
























SMPN 2 Tarik Mengunjungi Fakultas Seni dan Budaya Universitas Negeri Surabaya: Menyelami Kreativitas dalam Pameran Karya
Tarik, Jawa Timur – Pada tanggal 8Januari 2025, siswa-siswi SMPN 2 Tarik mendapatkan kesempatan istimewa untuk mengunjungi Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Surabaya (UNESA), dalam rangka "Studi Literasi Seni dan Budaya Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Surabaya". Kegiatan ini merupakan bagian dari program literasi seni sekolah yang bertujuan memperluas wawasan siswa tentang seni dan budaya, serta menginspirasi mereka untuk berkarya. Kunjungan dimulai dengan sambutan hangat dari koordinator prodi S1-pendidikan seni. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya peran seni dan budaya dalam kehidupan. “Seni adalah cerminan jiwa, dan budaya adalah identitas bangsa. Kami senang melihat antusiasme siswa SMPN 2 Tarik dalam mengenal lebih jauh karya seni,”. Beliau juga berharap kunjungan ini akan menghasilkan sebuah kerjasama berkelanjutan antara pihak Kampus dengan sekolah. Bu Dini Hariyanti selaku Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan juga mengucapkan banyak terima kasih kepada pihak Fakultas dan Jurusan karena telah menyambut hangat SMPN 2 Tarik ke UNESA. Bu Dini juga berharap dengan adanya kunjungan ini dapat meningkatkan rasa apresiasi siswa SMPN 2 Tarik terhadap karya seni.
Setelah acara penyambutan selesai, para siswa kemudian diarahkan untuk mengikuti tur pameran yang bertempat di Galeri Seni UNESA. Berbagai karya yang dipamerkan meliputi seni rupa, seni kriya, instalasi budaya tradisional, hingga pertunjukan sendratasik yang memadukan unsur tradisional dan kontemporer.
Saat diminta membagikan kesan mereka, banyak siswa merasa terinspirasi untuk mengeksplorasi seni lebih jauh. “Saya jadi ingin mencoba melukis dan membuat karya seni sendiri di rumah,” kata Arif, siswa kelas 9-3.
Kegiatan ini diakhiri dengan pertunjukan sendratasik kolaboratif yang memukau, menggabungkan tarian tradisional Jepang dengan musik. Para siswa memberikan tepuk tangan meriah sebagai tanda apresiasi mereka terhadap dedikasi para seniman muda.
Menguatkan Literasi Seni untuk Masa Depan
Kunjungan ke Fakultas Seni dan Budaya UNESA ini bukan sekadar perjalanan, melainkan sebuah pengalaman yang memperkaya batin dan membuka wawasan siswa SMPN 2 Tarik. Mereka belajar bahwa seni dan budaya bukan hanya warisan, tetapi juga alat untuk menginspirasi dan menyatukan generasi muda. Dengan semangat yang baru, SMPN 2 Tarik berharap dapat terus menjalin kerja sama dengan Fakultas Seni dan Budaya UNESA untuk kegiatan serupa di masa mendatang. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus berlanjut demi melahirkan generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mencintai seni dan budaya.
Karya: Tim IT SMPN 2 Tarik I 12 Januari 2025








Sosialisasi Bahaya Narkoba oleh BNN Kabupaten Sidoarjo: Menjaga Generasi Muda dari Ancaman Narkotika
Dalam upaya memerangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba, SMPN 2 Tarik bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sidoarjo terus gencar melakukan sosialisasi kepada siswa SMPN 2 Tarik. Salah satu kegiatan yang paling menonjol adalah program penyuluhan yang ditujukan kepada pelajar yang dilaksanakan pada hari Kamis, 12 Desember 2024. Dengan mengusung tema "Menjaga Generasi Muda dari Ancaman Narkotika," sosialisasi ini bertujuan memberikan edukasi serta meningkatkan kesadaran akan bahaya narkoba.
Sosialisasi yang dilakukan oleh BNN Kabupaten Sidoarjo menekankan betapa berbahayanya dampak narkoba, baik bagi individu maupun masyarakat. "Generasi muda adalah masa depan bangsa. Jika mereka terjerumus ke dalam lingkaran narkoba, masa depan kita sebagai bangsa turut terancam," ujar salah satu narasumber kegiatan penyuluhan. Beliau juga menambahkan bahwa edukasi tentang bahaya narkoba harus dimulai sejak dini, baik di lingkungan sekolah maupun keluarga. Hal ini penting untuk membangun kesadaran agar anak-anak dapat mengenali dan menolak ajakan menggunakan narkoba.
Berbagai program yang dijalankan oleh SMPN 2 Tarik bersama BNN Kabupaten Sidoarjo telah memberikan dampak positif. Salah satu indikatornya adalah meningkatnya kesadaran pelajar khususnya siswa SMPN 2 Tarik terhadap bahaya narkoba. "Saya merasa lebih paham tentang bahayanya narkoba setelah mengikuti penyuluhan ini. Sekarang, saya juga berani mengingatkan teman-teman saya agar tidak mendekati barang haram tersebut," ujar Nafisa, seorang siswa SMPN 2 Tarik yang mengikuti kegiatan sosialisasi di sekolahnya.
Mari kita bersama-sama menjaga generasi muda dari ancaman narkoba. Dengan pengetahuan dan kepedulian, kita dapat menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan bebas narkoba.


Karya: Tim IT l Tarik, 13 Desember 2024
Prestasi Gemilang dan Apresiasi di Hari Guru Nasional “SMP Negeri 2 Tarik Catatkan Karya Siswa di Kemenkumham”
Karya: Poros Informatif l 26 November 2024
Sidoarjo, 25 November 2024 – Hari Guru Nasional tahun ini menjadi momen istimewa bagi SMP Negeri 2 Tarik. Para siswa mempersembahkan hadiah berharga berupa prestasi gemilang dalam lomba poster digital tingkat Kabupaten Sidoarjo, yang diselenggarakan oleh MGMP Informatika. Siswa-siswa berbakat dari SMPN 2 Tarik berhasil meraih Juara 1 yang diraih oleh Vannessa Adelia Abidin dan Juara 3 diraih oleh Kayla Anabel Maheswari, sebagai bentuk penghormatan dan rasa terima kasih kepada para guru yang telah membimbing mereka.
Tidak hanya itu, pihak sekolah turut memberikan apresiasi besar terhadap prestasi tersebut dengan mengambil langkah inovatif untuk melindungi karya siswa. Sebagai wujud penghargaan, SMPN 2 Tarik mendaftarkan karya poster digital yang menjadi pemenang kompetisi tersebut ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) untuk mendapatkan Surat Pencatatan Ciptaan. Langkah ini membuahkan hasil manis, di mana pada tanggal 23 November 2024 surat pencatatan ciptaan resmi diterbitkan oleh Kemenkumham. Dengan ini, karya siswa SMPN 2 Tarik resmi diakui dan dilindungi oleh hukum sebagai bagian dari kekayaan intelektual. SMPN 2 Tarik membuktikan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya mendorong siswa untuk berprestasi, tetapi juga melindungi dan menghargai hasil kerja keras mereka.
Kepala SMP Negeri 2 Tarik, Ibu Fanti Agustina, S.Pd., mengungkapkan kebanggaannya terhadap prestasi siswa dan langkah inovatif yang diambil oleh sekolah. "Hari Guru Nasional ini bukan hanya perayaan, tetapi juga momentum untuk melihat bagaimana pendidikan mampu menghasilkan karya luar biasa. Kami bangga dapat mendampingi siswa hingga tahap ini dan berharap ini menjadi motivasi untuk terus berkreasi. Selain itu Ibu Fanti juga berharap sebagai kepala sekolah upaya melindungi hasil karya siswa SMPN 2 Tarik ini dapat memotivasi siswa serta guru-guru di SMP Negeri 2 tarik untuk memaksimalkan pendampingan bakat-bakat siswa hingga dapat mencapai prestasi" ujarnya.
Salah satu siswa pemenang lomba juga menyampaikan kebahagiaannya. "Kami persembahkan prestasi ini untuk Bapak dan Ibu Guru yang selalu mendukung kami. Dengan pencatatan ciptaan, karya kami kini memiliki arti lebih besar," katanya dengan penuh semangat.
Langkah SMPN 2 Tarik dalam mendaftarkan karya siswa ke Kemenkumham ini mendapat apresiasi dari seluruh bapak dan ibu guru. Tindakan tersebut dinilai sebagai contoh inspiratif bagaimana sekolah dapat menghargai dan melindungi hasil karya siswa, sekaligus mendukung pengembangan kreativitas mereka.
Dengan semangat Hari Guru Nasional, SMPN 2 Tarik membuktikan bahwa sinergi antara siswa dan guru mampu menghasilkan pencapaian luar biasa yang tidak hanya mengharumkan nama sekolah, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam dunia pendidikan dan seni.Masukkan teks di sini...






Tingkatkan Kolaborasi untuk Perbaikan Kualitas Pembelajaran "Pelatihan Kompetensi Berkelanjutan (PKB) Kolaborasi SMPN 1 Gedangan, SMPN 2 Buduran dan SMPN 2 Tarik"
Karya : Tim IT I Tarik, 18 Oktober 2024
Hari ini SMPN 2 Tarik menggerlar Pelatihan Kompetensi Berkelanjutan (PKB) bersama dengan SMPN 1 Gedangan dan SMPN 2 Buduran. Pelatihan ini dilaksanakan pada tanggal 17-18 Oktober 2024 di Grand Whiz Hotel Trawas. PKB kolaborasi tiga SMPN Sidoarjo ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam proses pembelajaran yang ada di sekolah.
Kegiatan ini dimulai dengan registrasi peserta PKB dan dilanjutkan dengan laporan dari ketua panitia ibu Fanti Agustina, S.Pd. (kepala SMPN 2 Tarik). Dalam laporannya beliau menyampaikan bahwa kegiatan PKB kolaborasi tiga sekolah ini bertujuan untuk belajar bersama dan meningkatkan semangat serta kompetensi guru dalam melakukan pembelajaran di sekolah, demi terciptanya kualitas pendidikan yang lebih baik. Belaiu juga berharap agar kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses. Selanjutkan PKB kolaborasi ini diresmikan oleh bapak Tikno Hadi, M.Pd. (Pengawas SMPN 2 Tarik)
PKB yang bertemakan “Peningkatan Kualitas Pembelajaran Melalui Workshop Literasi Numerasi Dan Pengembangan Karakter” ini di hari pertamanya menghadirkan tiga narasumber hebat yaitu bapak Dr. Tirto Adi, M.Pd. (Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo) yang menyampaikan bahwa literasi tidak hanya sekedar membaca, tetapi juga harus mengerti dan memahami. Beliau menyampaikan bahwa belajar tidak hanya memberikan pengetahuan kepada peserta didik, tetapi juga memberikan bekal agar mereka dapat bertahan di kehidupan sekarang dan yang akan datang. Beliau juga berpesan agar guru menjadi contoh dan teladan yang baik bagi peserta didik.
Narasumber kedua ibu Dr. Netti Lastiningsih, M.Pd. menjelaskan pembelajaran berbasis literasi numerasi dan mengaitkannya dengan teknologi agar pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan menarik minat peserta didik. Narasumber ketiga bapak Aris Setiawan, S.Pd. M.Pd. menyampaikan guru sebagai garda terdepan dalam dunia Pendidikan harus memiliki empat kompetensi, yaitu kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian.
Di hari kedua PKB, peserta yang terdiri dari bapak ibu guru SMPN 2 Tarik, SMPN 1 Gedangan, dan SMPN 2 Buduran berlatih leadership dan character building melalui kegiatan outbond. Kegiatan ini juga bertujuan menyeimbangkan jasmani dan rohani guru agar menjadi inspirasi bagi peserta didik. Serta, menyeimbangkan fisik dan mental untuk hidup yang lebih optimal. Selanjutnya kegiatan hari kedua diakhiri dengan refleksi dan penutupan dari panitia.
Hingga PKB kolaborasi ini berakhir, peserta terlihat antusias dan semangat, serta saling mengakrabkan diri dengan teman-teman guru dari sekolah lainnya. Dengan berakhirnya PKB kolaborasi tiga sekolah ini, diharapkan agar guru lebih meningkatan kualitas pembelajaran melalui literasi numerasi dan pengembangan karakter.










Membentuk Pemimpin Muda "Kiprah LDKS SMPN 2 Tarik Tahun Ajaran 2024/2025"
Karya: Tim IT I Tarik, 29 September 2024
SMPN 2 Tarik menggelar Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) pada 28 – 29 September 2024 di Pacet Mini Park yang terletak di Jl. Raya Pacet KM. 55Ds Warugunung-Pacet. LDKS kali ini diikuti oleh peserta didik kelas VII, VIII, dan IX yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) tahun ajaran 2024-2025.
Pelatihan bertema “Membangun Jiwa Kepemimpinan yang Bertaqwa, Berkarakter, Berprestasi, dan Peduli Lingkungan” dimulai dengan upacara pembukaan yang dipimpin oleh ibu Dini Hariyanti, S.Pd. selaku Wakasis SMPN 2 Tarik. Beliau menyampaikan agar peserta LDKS dapat mematuhi tata tertib dan melaksanakan pelatihan ini dengan penuh tanggungjawab dan semangat yang luar biasa hingga akhir. Beliau juga berharap LDKS ini dapat berjalan dengan baik dan lancar hingga kembali ke sekolah tercinta, SMPN 2 Tarik.
Sesuai dengan tema, peserta LDKS dilatih untuk memiliki jiwa pemimpin yang bertaqwa, berkarakter, berprestasi, dan peduli lingkungan melalui pemberian materi yang bervariasi, diantaranya problem solving, administrasi dan kesekretariatan, dan kepemimpinan oleh fasilitator yang berpengalaman. Melalui penjelasan pemateri menyampaikan pentingnya memiliki jiwa kepemimpinan agar OSIS dapat berjalan dengan semestinya dan menjadi wadah bagi peserta didik dalam mengembangkan bakat dan minat untuk kegiatan yang positif. Selanjutnya mereka juga dilatih untuk berani menunjukkan bakat melalui aksi mereka dalam kegiatan pentas seni.
Kegiatan LDKS berakhir pada Minggu 29 September 2024 dengan upacara penutupan yang dipimpin ibu kepala SMPN 2 Tarik, Ibu Fanti Agustina, S.Pd. Beliau menyampaikan agar peserta LDKS yang juga merupakan anggota OSIS SMPN 2 Tarik dapat menjalankan tugas dengan baik dan penuh rasa tanggungjawab serta dapat menjadi wadah aspirasi bagi peserta didik dalam aktivitas yang mencapai tujuan positif. Hingga kegiatan ini berakhir peserta LDKS terlihat bersemangat dan antusias dalam mengikuti setiap kegiatan.








"Menumbuhkan Harmoni: Pelatihan Budaya Toleransi Bersama Komunitas Brangwetan sebagai Rangkaian Kegiatan P5 Tema Kebhinnekaan Global"
Karya: Tim IT I Tarik, 21 September 2024
Hari ini SMPN 2 Tarik menggelar belajar bersama narasumber dalam salah satu rangkaian kegiatan P5 (Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila) dengan tema Bhinneka Tunggal Ika. Pada topik P5 kali ini Persatuan dalam Pilar Keberagaman, SMPN 2 Tarik mengundang dua narasumber yang sangat vokal dalam menyuarakan sikap toleransi, yaitu bapak Slamet Budiono, S.IP. dan bapak Dodi Dliya’uddin, S.H. dari komunitas Seni Budaya BranGWetan
Pelatihan yang berjudul Budaya Toleransi dan Penyusunan Program Penggerak Toleransi dimulai dengan pembukan oleh MC Umi Maslakha (peserta didik SMPN 2 Tarik, kelas IX-2) dan Garneta Atmayuda (peserta didik SMPN 2 Tarik, kelas VIII-6), selanjutnya sambutan oleh kepala SMPN 2 Tarik ibu Fanti Agustina, S.Pd. Dalam sambutan tersebut, beliau menjelaskan tentang pentingnya sikap toleransi yang harus dimiliki oleh setiap peserta didik, serta menjadikan toleransi sebgai budaya di SMPN 2 Tarik. Beliau juga menyampaikan bahwa sikap toleransi harus dimulai dari diri sendiri. Selanjutnya kepala SMPN 2 Tarik juga berharap kegiatan hari ini berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi peserta didik, khususnya di SMPN 2 Tarik.
Dalam pelatihan ini, narasumber memberikan gambaran kepada peserta didik bagaimana sikap toleransi yang seharusnya dilakukan, termasuk ketika berada di sekolah. Melalui penjelasannya bapak Slamet menyampaikan intoleransi dapat mencakup tindakan diskriminasi terhadap ras, agama, orientasi seksual, jenis kelamin, ataupun latar belakang sosial ekonomi, yang memicu tindakan perundungan (bullying) dan menciptakan lingkungan yang tidak aman, termasuk di lingkungan sekolah.
Pelatihan ini juga memberikan wadah bagi peserta didik dan satuan tugas penggerak toleransi di SMPN 2 Tarik untuk Menyusun program-program cemerlang dan luar biasa mereka, demi mewujudkan sekolah toleransi yang aman dan nyaman bagi siapapun.
Untuk informasi, SMPN 2 Tarik telah membentuk satuan tugas penggerak toleransi dari setiap kelas dan jenjang. Setiap kelas sendiri memiliki 6 peserta didik yang menjadi satgas penggerak toleransi, sehingga terdapat sebanyak 144 peserta didik yang tergabung dalam satgas penggerak toleransi.
Peserta didik terlihat sangat antusias dan bersemangat hingga pelatian ini berakhir. Diharapkan dari pelatihan ini, SMPN 2 Tarik dapat mencegah tindakan intoleransi dan membudayakan toleransi sehingga sekolah tetap menjadi lingkungan yang aman bagi peserta didik.








SMPN 2 Tarik Menggelar Pawai Memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW
Karya: Tim IT I Tarik, 14 September 2024
Hari ini SMPN 2 Tarik menggelar pawai memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Kegiatan pawai ini dibuka dengan arahan dari Ibu Dini Hariyanti, S.Pd. sebagai wakasis dan Bapak Royul Muhtadin, S.Ag. selaku wakakur SMPN 2 Tarik.
Ibu Dini Hariyanti, S.Pd. dalam arahannya menyampaikan untuk seluruh peserta didik menjaga tata tertib dan sopan santun selama melaksanakan pawai. Serta tetap bersemangat sampai pawai berakhir.
Kegiatan pawai di mulai pada pukul 07.30 dengan rute melewati dusun Kedung Bocok Kulon. Sedangkan peserta pawai sendiri diikuti oleh seluruh peserta didik kelas VII, VIII, dan IX yang didampingi oleh masing-masing wali kelas dan petugas OSIS, serta seluruh guru SMPN 2 Tarik.
Pawai hari ini dibuka dengan penampilan Banjari dari SMPN 2 Tarik, dilanjutkan sambutan dari kepala SMPN 2 Tarik Ibu Fanti Agustina, S.Pd. Beliau menyampaikan kepada seluruh warga SMPN 2 Tarik untuk Bersama-sama memaknai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dengan mengenang jasa beliau bagi umat islam, serta meneladani sifat-sifat belaiu dalam kehidupan sehari-hari.
Selanjutnya seluruh peserta pawai diberangkatkan dengan penuh semangat. Tidak lupa juga setiap kelas menunjukkan yel-yel kreatifitasnya.
Seluruh peserta pawai terlihat sangat antusias dan semangat dalam kegiatan pawai menyambut Maulid Nabi Muhammamd SAW. Semoga kegiatan ini senantiasa meningkatkan ketaqwaan kita sebagai umat Rasulullah dan menjadikan beliau sebagai suri tauladan.












SMPN 2 Tarik Melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) Tahun Ajaran 2024-2025
Karya: Tim IT I Tarik, 11 September 2024
Hari ini SMPN 2 Tarik melaksanakan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Seperti pada tahun ajaran sebelumnya, ANBK tahun ini juga dilaksanakan selama dua hari, 11-12 September 2024 dengan materi yang diujikan mencakup pemahaman peserta didik tentang Literasi, Numerasi, Survei Karakter dan Lingkungan Belajar.
Seperti yang diketahui, Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) adalah sebuah program penilaian terhadap mutu pendidikan di setiap sekolah. ANBK sendiri mencakup tiga instrumen yaitu, Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar.
Sebanyak 45 peserta didik dari kelas VIII melaksanakan ANBK dengan antusias dan semangat. Sebelumnya, peserta ANBK juga mendapatkan pembekalan dan pengarahan dari guru-guru terbaik SMPN 2 Tarik menjelang pelaksanaan ANBK pada hari ini.
Pelaksaan ANBK di SMPN 2 Tarik tidak luput dari semangat dan kerja keras bapak ibu proktor dan teknisi dalam mengatur dan mempersiapkan perangkat demi kelancaran dan keseksesan ANBK.
Kepala SMPN 2 Tarik, Ibu Fanti Agustina, S.Pd. berharap ANBK berjalan dengan baik dan lancar, serta mendapatkan hasil yang memuaskan.






SMPN 2 Tarik Terima Piagam Penghargaan atas Kontribusi dalam Pelaporan Indeks Inovasi Daerah (IID)
Karya: Tim IT I Tarik, 10 September 2024
Hari ini SMPN 2 Tarik mendapatkan kunjungan Badan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Sidoarjo untuk menyerahkan piagam penghargaan atas pertisipasi SMPN 2 Tarik dalam pelaporan Indeks Inovasi Daerah (IID) Kabupaten Sidoarjo Tahun 2024. Sedikit kilas balik, SMPN 2 Tarik beberapa waktu lalu telah meluncurkan inovasi sekolah GISI SEHAT SPENDATA (Digital Literasi Sekolah Toleransi SMPN 2 Tarik) yang menjadi langkah awal untuk upaya pencegahan tindakan intoleransi di sekolah. Inovasi sekolah yang digagas oleh guru SMPN 2 Tarik Yulinda Vita Angraini, S.Pd. mendapat sambutan baik dari Badan Pembangunan Daerah Kabupaten Sidoarjo.
SMPN 2 Tarik menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah melalui inovasi di bidang pendidikan. Pada hari Selasa, Perwakilan dari Badan Pembangunan Daerah (Bapenda) secara resmi menyerahkan Piagam Penghargaan Pelaporan Indeks Inovasi Daerah kepada pihak sekolah, sebagai bentuk apresiasi atas peran aktif sekolah dalam berkontribusi pada laporan tahunan indeks inovasi.
Acara penyerahan penghargaan ini bertempat di SMPN 2 Tarik dengan dihadiri oleh lima perwakilan dari Badan Pembangunan Daerah. Penghargaan ini diberikan atas inisiatif sekolah dalam menyusun dan melaporkan inovasi yang telah diterapkan di bidang pendidikan, terutama yang berdampak positif terhadap peningkatan kualitas belajar mengajar dan efisiensi operasional sekolah.
Dalam sambutannya, Bapak Munari selaku pendamping inovasi daerah menyampaikan apresiasinya kepada SMPN 2 Tarik. “Kami sangat mengapresiasi kontribusi SMPN 2 Tarik dalam mendukung pelaporan Indeks Inovasi Daerah. Inovasi yang dilakukan sekolah ini telah memberikan dampak nyata bagi peningkatan mutu pendidikan serta menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di daerah ini,” ujarnya.
Kepala Sekolah SMPN 2 Tarik, ibu Fanti Agustina, S.Pd., juga menyampaikan terima kasih atas penghargaan yang diterima. “Penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh warga sekolah, mulai dari guru, siswa, hingga tenaga kependidikan. Kami akan terus berupaya menghadirkan inovasi-inovasi baru yang sejalan dengan visi pembangunan daerah, khususnya dalam bidang pendidikan. Selain itu semoga inovasi GISI SEHAT SPENDATA (digital literasi sosialisasi sekolah toleransi SMPN 2 Tarik) dapat menjadi Upaya mitigasi tindakan intoleransi di sekolah,” kata beliau.
Dengan diterimanya penghargaan ini, SMPN 2 Tarik diharapkan terus menjadi pelopor dalam menghadirkan inovasi yang mendukung kemajuan daerah, sekaligus meningkatkan mutu pendidikan bagi generasi penerus bangsa.
Berita ini menggarisbawahi peran penting sekolah dalam mendukung pembangunan daerah melalui inovasi yang diapresiasi oleh instansi terkait.








SMPN 2 Tarik Gelar Gerakan Aksi Bergizi Serentak
Karya: Tim IT I Tarik, 6 September 2024
SMP Negeri 2 Tarik menggelar kegiatan Gerakan Aksi Bergizi Serentak sebagai bentuk langkah kecil menuju sehat. Gerakan aksi bergizi merupakan bagian dari upaya nasional untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya gizi seimbang di kalangan remaja. Kegiatan ini dilaksanakan serentak bersama sekolah-sekolah terutama di kabupaten Sidoarjo.
Tujuan utama dari Gerakan Aksi Bergizi Serentak ini adalah untuk mendorong siswa mengadopsi pola makan sehat dan bergizi seimbang guna mendukung tumbuh kembang yang optimal. Di SMP Negeri 2 Tarik, kegiatan ini dilaksanakan secara interaktif, menyenangkan, melibatkan seluruh warga sekolah dan didukung oleh orang tua siswa..
Rangkaian Kegiatan Gerakan Aksi Bergizi Serentak di SMP Negeri 2 Tarik dimulai dengan senam pagi bersama. Selain menjaga pola makan yang sehat, aktivitas fisik menjadi bagian penting untuk menjaga kebugaran tubuh agar tetap sehat. Senam pagi bersama dipimpin oleh siswi SMPN 2 Tarik dan diikuti oleh seluruh warga sekolah. Setelah senam pagi bersama, seluruh warga sekolah secara bersama-sama melaksanakan sarapan di lapangan SMPN 2 Tarik. Sarapan sehat bersama bertujuan untuk memperkenalkan pola makan yang seimbang dan pentingnya memulai hari dengan sarapan yang bergizi. Untuk meminimalisir sampah, maka kegiatan Gerakan Aksi Bergizi Serentak ini menggunakan kotak makan dan botol minum yang sudah menjadi budaya harian SMPN 2 Tarik.
Kegiatan yang tidak kalah pentingya adalah edukasi gizi seimbang.
Setelah sarapan, para siswa mengikuti sesi edukasi gizi yang disampaikan oleh guru pembina UKS. Siswa diberikan pemahaman tentang komposisi makanan sehat, manfaat gizi seimbang, serta dampak buruk dari makanan yang kurang bergizi. Edukasi ini dikemas dalam bentuk permainan interaktif, kuis, dan diskusi kelompok sehingga siswa dapat dengan mudah memahami dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Selain kegiatan edukasi, sekolah juga membagikan tablet penambah darah dan diminum bersama oleh seluruh siswi SMPN 2 Tarik.
Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Tarik, Ibu Fanti Agustina, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya upaya untuk membangun kebiasaan sehat di kalangan siswa, tetapi juga untuk menciptakan kesadaran akan pentingnya kesehatan jangka panjang.
"Melalui Gerakan Aksi Bergizi Serentak, kami berharap siswa dapat memahami pentingnya menjaga pola makan sehat. Dengan gizi yang baik, diharapkan mereka bisa belajar dengan lebih optimal, berkembang dengan lebih sehat, dan meraih prestasi yang lebih baik," ujar Ibu Fanti Agustina.
Siswa-siswa pun terlihat sangat antusias mengikuti setiap kegiatan. Salah satu siswa kelas 8, Garneta Atma Yuda, mengaku senang bisa ikut serta dalam kegiatan Gerakan Aksi Bergizi Serentak. "Kegiatan ini seru sekali. Saya jadi lebih paham apa saja makanan yang baik untuk tubuh saya. Selain itu, saya jadi termotivasi untuk sarapan setiap pagi sebelum sekolah," ujarnya.
Orang tua juga turut dilibatkan dalam kegiatan ini dengan memberikan dukungan penuh kepada anak-anak mereka untuk membawa bekal makanan sehat dari rumah. Beberapa orang tua memberikan testimoni positif terkait pelaksanaan Gerakan Aksi Bergizi Serentak ini. "Kami sangat mendukung kegiatan ini karena penting bagi anak-anak kami untuk belajar tentang gizi yang baik sejak dini. Ini akan berdampak positif bagi kesehatan mereka di masa depan," ungkap salah satu orang tua siswa.
Kegiatan Gerakan Aksi Bergizi Serentak di SMP Negeri 2 Tarik tidak hanya berhenti sebagai program satu hari, tetapi juga akan terus digalakkan melalui program-program lanjutan di sekolah. Harapannya, kebiasaan baik yang terbentuk dari kegiatan ini akan menjadi bagian dari gaya hidup sehari-hari siswa, sehingga mereka bisa tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berprestasi.
Mari dukung bersama Gerakan Aksi Bergizi Serentak untuk masa depan yang lebih sehat dan lebih cerah!
"Jaga Gizi, Raih Prestasi!"










SMPN 2 Tarik Gelar Sosialisasi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) kepada Wali Siswa Kelas VIII
[Kamis, 22 Agustus 2024- Tarik] – Dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang akan datang, SMPN 2 Tarik mengadakan kegiatan sosialisasi kepada wali siswa pada hari Kamis tanggal 22 Agustus 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman yang komprehensif tentang ANBK dan pentingnya peran orangtua dalam mendukung kesuksesan anak-anak mereka selama mengikuti asesmen.
Kegiatan sosialisasi yang dihadiri oleh puluhan wali siswa ini dimulai dengan sambutan dari Kepala Sekolah SMPN 2 Tarik, Ibu Fanti Agustina, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa ANBK merupakan salah satu program prioritas dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi yang menggantikan Ujian Nasional. "ANBK tidak hanya bertujuan untuk mengukur kemampuan akademik siswa, tetapi juga untuk memetakan karakter dan kualitas lingkungan belajar di sekolah," jelasnya.
Selanjutnya, para wali siswa dari peserta ANBK diberikan penjelasan rinci mengenai aspek-aspek utama ANBK, termasuk literasi membaca, numerasi, serta survei karakter dan lingkungan belajar. Pemaparan ini disampaikan oleh Wakabid Kurikulum, Bapak Ro'yul Muhtadin, S.Ag., yang juga memberikan contoh-contoh soal dan simulasi asesmen yang akan dihadapi oleh siswa.
"Kami ingin para wali siswa memahami bahwa ANBK bukanlah ujian yang menentukan kelulusan, melainkan alat evaluasi untuk melihat sejauh mana kemampuan dasar siswa dan bagaimana kita bisa terus meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah," ujar Bapak Ro'yul Muhtadin, S.Ag.
Selain pemaparan materi, kegiatan sosialisasi ini juga diisi dengan sesi tanya jawab, di mana para wali siswa dapat menyampaikan pertanyaan dan kekhawatiran mereka terkait pelaksanaan ANBK. Banyak orangtua yang antusias bertanya tentang bagaimana cara terbaik untuk mendukung anak-anak mereka, serta teknis pelaksanaan ANBK di sekolah.
Pada akhir kegiatan, para wali siswa diajak untuk berperan aktif dalam mempersiapkan anak-anak mereka menghadapi ANBK. Beberapa langkah yang diusulkan antara lain memastikan anak-anak berlatih soal-soal ANBK, menjaga kesehatan fisik dan mental mereka, serta memberikan dukungan emosional agar mereka mengikuti asesmen dengan tenang dan percaya diri.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan para wali siswa memiliki pemahaman yang lebih baik tentang ANBK dan pentingnya kolaborasi antara sekolah dan orangtua dalam meningkatkan kualitas pendidikan. SMPN 2 Tarik optimis bahwa dengan persiapan yang matang dan dukungan penuh dari orangtua, para siswa dapat mengikuti ANBK dengan baik dan memperoleh hasil yang optimal.
Karya: Tim IT I Sabtu, 24 Agustus 2024






SMPN 2 TARIK Sosialisasikan Visi dan Misi untuk Mewujudkan Pendidikan Berkualitas
Karya: Tim IT I Sabtu, 10 Agustus 2024
Tarik, 10 Agustus 2024- Dalam rangka menyambut tahun ajaran baru, SMPN Negeri 2 tarik menggelar acara sosialisasi visi, misi, dan program sekolah kepada seluruh warga sekolah, termasuk siswa, orang tua, dan tenaga pendidik. Acara yang berlangsung pada hari Sabtu tanggal 10 Agustua 2024 ini bertujuan untuk menyampaikan arah kebijakan dan rencana strategis sekolah dalam mendukung pencapaian visi dan misi yang telah ditetapkan.
Acara ini dibuka oleh Kepala Sekolah, ibu Fanti Agustina, S.Pd., yang menyampaikan pentingnya memahami dan menginternalisasi visi dan misi sekolah sebagai landasan utama dalam proses pembelajaran dan pengembangan karakter siswa. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa SMPN 2 Tarik memiliki komitmen kuat untuk menjadi lembaga pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga membentuk siswa dengan karakter sesuai dengan profil Pelajar Pancasila dan keterampilan abad 21.
"Visi kami adalah "Terwujudnya peserta didik yang berimtaq, berIPTEK, berprestasi, kreatif, santun, dan berwawasan lingkungan", ujar Ibu Fanti Agustina, S.Pd.
Dalam kesempatan tersebut, ibu Fanti Agustina, S.Pd. juga memaparkan sejumlah program unggulan yang akan dijalankan pada tahun ajaran ini. Program-program tersebut dirancang untuk mendukung pencapaian visi dan misi sekolah, serta memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengembangkan potensi mereka secara maksimal. Beberapa program unggulan yang disampaikan antara lain:
Program Akademik. Program ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi akademik siswa melalui kegiatan pembelajaran yang kreatif dan inovatif dan partisipasi dalam berbagai kompetisi akademik.
Program Pengembangan Karakter dan Kepemimpinan: Melalui program ini, siswa akan mendapatkan pelatihan kepemimpinan, partisipasi dalam kegiatan sosial, dan penguatan nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, dan kerjasama.
Program Inovasi dan Teknologi: Sekolah akan mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran dengan menghadirkan laboratorium komputer, laboratorium IPA, dan laboratorium bahasa yang dapat mendukung pembelajaran inovatif.
Selain itu, dalam sesi tanya jawab, orang tua siswa menyambut baik program-program yang telah dirancang sekolah. Mereka mengapresiasi upaya sekolah dalam menyediakan berbagai fasilitas dan kegiatan yang dapat mendukung pengembangan akademik dan non-akademik anak-anak mereka.
"Kami sangat mendukung visi dan misi sekolah serta program-program yang telah disusun. Kami berharap program ini dapat membantu anak-anak kami berkembang menjadi individu yang berkarakter dan siap bersaing di dunia global," ungkap salah satu orang tua siswa.
Acara sosialisasi ini diakhiri dengan penyampaian informasi teknis mengenai pelaksanaan program-program tersebut, serta ajakan kepada seluruh warga sekolah untuk bersama-sama berperan aktif dalam mewujudkan visi dan misi SMPN 2 Tarik.
Dengan adanya sosialisasi ini, diharapkan seluruh pihak yang terlibat dalam komunitas SMPN 2 Tarik dapat bersinergi untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan mencapai tujuan bersama dalam mendidik generasi masa depan yang unggul dan berkarakter.






SMP NEGERI 2 TARIK USUNG PARENTING DALAM PENGHANTARAN KELULUSAN SISWA TAHUN AJARAN 2023/2024
SMPN 2 Tarik Sidoarjo menggelar pelepasan siswa sebagai bentuk apresiasi yang diberikan sekolah kepada siswa. Pelepasan siswa digelar dengan sederhana namun tampak harmonis. Tahun ini sangatlah istimewa karena dirayakan dengan penuh rasa haru dengan adanya pembekalan materi PARENTING. Sebanyak 254 siswa diumumkan lulus 100 persen dalam acara yang berlangsung hari Sabtu (15/06).
Turut hadir komite sekolah, pengawas sekolah, orang tua, wali siswa, dan Kepala Desa Kedungbocok. Acara dimulai dengan penampilan tari sambutan untuk tamu oleh para siswa yang tegabung dalam kegiatan ekstrakurikuler Seni Tari.
Kepala Sekolah Fanti Agustina, S.Pd. menyampaikan bahwa salah satu momen penting dalam acara tersebut adalah penyerahan piagam penghargaan kepada siswa yang telah meraih gelar prestasi akademik dan nonakademik.
Hadir sebagai narasumber parenting adalah ustadz M. Fajar Sidik, M.Pd. menyampaikan bagaimana peran efektif orangtua dalam menuntun langkah putra/putrinya agar sukses dunia dan akhirat.
Dikatakannya bahwa Parenting adalah suatu ilmu atau pola asuh keterampilan yang harus dilatih dan ditumbuhkembangkan bukan menjadikan anak-anak menjadi sempurna, atau menjadi segala sesuatu yang diharapkan orang tua saja dalam menghadapi segala kelebihan dan kekurangan anak.
Generazi Z dan milenial saat ini menghadapi tantangan yang unik dalam era modern. Di tengah kemajuan teknologi dan kecepatan informasi, ada sejumlah masalah yang secara khusus menyebabkan mereka cenderung over thinking atau berpikir berlebihan.
Sebagai orang tua berperan aktif mendampingi serta mengarahkan anak memilih jalan yang baik dan benar serta memberikan dukungan dalam mengembangkan potensi yang mereka miliki.
Acara semakin seru dan tangisan haru tampak membanjiri saat narasumber mengajak orang tua siswa dan siswa saling berdekatan dan menyampaikan harapan satu sama lain.
Sumber: porosinformatif.com








Foto 1. Sambutan Kepala Sekola
Foto 2. Parenting oleh narasumber
Foto 3. Tarian sambutan oleh siswa
Foto 4. Penampilan Ekstrakurikuler Pramuka
Foto 5. MC kegiatan


SMPN 2 Tarik Mendukung Penuh Kegiatan Perayaan Keberagaman dalam Festival Toleransi 2024
Festival toleransi di kabupaten Sidoarjo dilaksanakan oleh komunitas Brangwetan pada tanggal 31 Juni 2024. Kegiatan ini melibatkan beberapa sekolah jenjang pendidikan dasar baik negeri maupun swasta. Kegiatan ini meliputi pameran karya dengan tema toleransi, penampilan budaya, dan De File.
Tujuan festival toleransi ini adalah untuk merayakan keragaman budaya, agama, dan suku yang ada di kabupaten Sidoarjo. Selain itu, kegiatan ini untuk bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya toleransi dan hidup berdampingan dengan damai serta menguatkan rasa persatuan dan kebersamaan di antara warga Sidoarjo dari berbagai latar belakang.
Dengan Festival Toleransi Brangwetan ini, diharapkan sekolah dan siswa di Kabupaten Sidoarjo dapat hidup lebih harmonis dan saling menghargai satu sama lain, serta menciptakan lingkungan sekolah yang lebih inklusif dan damai.






Foto 3. Foto bersama duta toleransi, guru pendamping, dan Henri Nurcahyo
Foto 2. Duta Toleransi SMPN 2 Tarik dan guru pendamping
Foto 1. Pameran toleransi SMPN 2 Tarik
Karya: Tim IT
Penganugerahan Film Pendidikan Karya Siswa SMPN 2 Tarik
SMPN 2 Tarik mengusung tema berekayasa dan berteknologi mewujudkan NKRI pada Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Untuk mewujudkan dimensi kreatif dan bernalar kritis, siswa SMPN 2 Tarik membuat film dengan tema pendidikan untuk memperingati hari pendidikan nasional.
Siswa SMPN 2 Tarik mampu menghasilkan 80 karya film terbaik yang didokumentasikan dalam channel youtube SMPN 2 Tarik. Sebagai bentuk apresiasi kemampuan bernalar kritis dan kreatif dari para siswa, sekolah mengadakan penganigrahan film terbaik karya siswa. Kategori penganugrahan meliputi: penulis skenario terbaik, sutradara film terbaik, film terbaik, film favorit, aktor terbaik, dan aktris terbaik.
Selain untuk melatih kemampuan bernalar kritis dan kreatif, tujuan produksi film pendidikan juga untuk melatih siswa SMPN 2 Tarik dalam menggunakan teknologi untuk kegiatan positif yang dapat mendukung prestasi.
Foto-foto penganugerahan film pendidikan karya siswa SMPN 2 Tarik








Karya: Tim IT
MPLS SMPN 2 Tarik Mendeklarasikan Anti Perundungan dan Kekerasan di Sekolah
Karya: Tim IT
SMP Negeri 2 Tarik siap melaksanakan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) tahun ajaran 2024/2025. Kegiatan tersebut diselenggarakan 3 hari yakni pada hari Senin s/d Rabu (15-17 Juli 2024). MPLS pada tahun 2024 berfokus kepada edukasi tentang anti perundungan dan kekerasan di sekolah untuk menciptakan iklim sekolah aman.
Penyajian materi yang menarik dan berfokus kepada siswa, membuat MPLS pada tahun ini terlihat sangat berberda. Siswa menjadi sangat antusias untuk mengikuti rangkaian kegiatan MPLS. Pada akhir kegiatan MPLS, sekolah bersama siswa dan dibantu dengan Polisi Kec. Tarik mendeklarasikan untuk mendukung anti perundungan dan kekerasan di lingkungan sekolah. Karena sekolah aman dan nyaman dapat mendukung kegiatan pembelajaran yang dapat berdampak kepada hasil belajar siswa.






Foto 1. Penandatanganan deklarasi anti perundungan dan kekerasan oleh Kepala Sekolah dan Kepolisian SMPN 2 Tarik
Foto 2. Penyampaian materi oleh kepolisian kecamatan Tarik
Foto 3. Penyampaian materi oleh kepolisian kecamatan Tarik
SMPN 2 Tarik Luncurkan LMS Mitigasi Tindakan kekerasan, Perundungan, dan Intoleransi
Sumber: porosinformatif
SMP Negeri 2 Tarik menciptakan inovasi sekolah GISI SEHAT SPENDATA (Sosialisasi Sekolah Toleransi SMPN 2 Tarik) yang menjadi langkah awal untuk upaya mitigasi tindakan intoleransi di sekolah. Memahamkan bahwa keberagaman merupakan sebuah kekayaan bukan menjadi awal permasalahan di sekolah.
Bentuk LMS GISI SEHAT SPENDATA dapat diakses oleh pimpinan, guru, dan siswa secara online di mana saja dan kapan saja. Para pengguna dapat mengakses menggunakan HP, laptop/PC, dan tablet/ipad.
Siswa SMPN 2 Tarik mendapatkan kemudahan dalam memahami konsep sekolah toleransi, tindakan-tindakan intoleransi, dan bagaimana cara mencegah serta mengatasi tindakan intoleransi di sekolah.
Banyak manfaat yang didapatkan siswa diantaranya, siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik tentang nilai-nilai toleransi dan keberagaman melalui materi yang disajikan secara interaktif dan menarik.
Aksesibilitas yang lebih luas dapat memudahkan pengguna untuk menggunakannya di mana saja dan kapan saja, serta siswa dapat mengembangkan keterampilan digital mereka melalui penggunaan platform dalam proses pembelajaran.
Kepala SMPN 2 Tarik Fanti Agustina, S,Pd. menyatakan bahwa LMS ini sangat bermanfaat tidak hanya pada anak didik tetap juga guru yaitu sebagai fasilitas pembelajaran.
Guru dapat menggunakan berbagai media digital untuk menyajikan materi secara lebih menarik dan interaktif, serta pengelolaan data yang lebih baik.
Pengembangan inovasi ini tidak lepas dari bimbingan dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sidoarjo. Bappeda memberikan pelatihan kepada guru inovator yaitu Yulinda Vita Anggraini, S.Pd. dan Nurma Susanti, S.Pd. Inovasi ini menjadi program unggulan sekolah toleransi yang dipamerkan dalam festival toleransi tahun 2024 di kabupaten Sidoarjo.




Fioto 1. Pendampingan guru inovator dengan Bappeda
Foto 2. Bimtek kepada siswa kelas 8
Foto 1. Pendampingan guru inovator dengan Bappeda
Foto 2. Bimtek kepada siswa kelas 8
Siswa Kelas 7 dan 8 SMPN 2 Tarik Sidoarjo Membatik Bersama
Karya: Annisa FIrdausi (Radar Sidoarjo) l Minggu, 5 November 2023 l 16.00 WIB
SIDOARJO- SMPN 2 Tarik menggelar kegiatan Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Kegiatan yang bertemakan kearifan lokal tersebut berfokus pada pembuatan batik shibori oleh siswa kelas 7 dan 8. Kepala SMPN 2 Tarik Dra. Sumarti, M.Pd., mengatakan melalui kegiatan tersebut pihaknya mendorong inovasi dan pengembangan kreativitas siswa. Dalam kegiatan yang melibatkan siswa dari berbagai kelas tersebut, setiap kelas terbagi dalam 5 kelompok. Setiap kelompok bertugas menyiapkan kain primisima putih sepanjang 1 meter.
Sumarti menjelaskan, proses pembuatan batik shibori dilakukan dengan cara yang unik. Dimulai dari melipat kain memanjang dengan lebar sesuai selera, antara 10 hingga 15 cm. Kemudian kain dilipat kembali menjadi bentuk kotak atau segitiga dan diikat dengan karet untuk membuat pola tertentu.
Tahap selanjutnya, kain yang telah diikat dengan pola khusus tersebut dicelupkan ke dalam pewarna yang tersedia. Mulai dari warna merah, biru, ungu, hingga kuning. Kain kemudian dimasukkan ke dalam kantong plastik yang diikat dan dibiarkan selama dua jam atau bahkan hingga 24 jam.
Setelah proses perendaman selesai, setelah itu ikatan kain dibuka, diangin-anginkan hingga kering. Kemudian dicuci dengan sabun agar teksturnya tetap lembut dan tidak kaku. Hasil akhirnya dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti baju atau taplak meja.
Sumarti menyatakan, tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk membantu siswa belajar bekerjasama dalam kelompok, meningkatkan kreativitas, serta memperkenalkan mereka pada kearifan lokal. Terutama dalam seni batik shibori. Dia berharap dapat menjadi ruang bagi siswa untuk mengeksplorasi keunikan seni tradisional dan mengapresiasi karya seni dari kearifan lokal daerah.








